Lonjakan Arus Balik Diprediksi Meningkat 18 Persen, Kapolri: Jalur Arteri jadi Jalan Alternatif 

INIKATA.co.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan, pihaknya bersama seluruh stake holder telah mempersiapkan semua pelayanan pada puncak arus balik mudik Lebaran 2024, yang diperkirakan terjadi pada malam ini, Senin (15/4). Ia mengamini, akan terjadi lonjakan arus balik sebesar 18 persen dari tahun 2023 lalu.

Pernyataan ini disampaikan Kapolri usai melakukan pengecekan melalui patroli udara dengan menaiki helikopter bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Baca juga:

Tak Ingin Ada Oposisi, Bamsoet: Kita Butuh Gotong Royong

“Nanti malam adalah puncak dari arus balik dan harapan kita semua siap untuk memberikan pelayanan, sehingga potensi kenaikan tadi sudah diprediksi sekitar 18 persen dari tahun 2023 dan ini mau tidak mau menjadi pr (pekerjaan rumah),” kata Listyo di Kantor Jasa Marga GT Cikatama, Senin (15/4).

Berdasarkarkan keterangan Menko PMK Muhadjir Effendi, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan work from home (WFH) bagi para pegawai. Sehingga, Listyo mengimbau para pemudik bisa kembali ke kediamannya tidak harus malam ini.

“Mudah-mudahan bila memang tidak harus malam ini bisa memilih di hari berikutnya di hari yang sudah diberikan. Ini untuk membantu mengurai,” ucap Listyo.

Baca juga:

Usai Ramadan, Jusuf Kalla Ajak Umat Islam Tetap Ramaikan Masjid

Meski demikian, jika jalur tol mengalami kepadatan, lanjut Listyo, para pengemudi bisa menggunakan jalur arteri sebagai jalan alternatif. Hal ini untuk mengurai kepadatan yang terjadi di jalan tol.

“Apabila jalur tol tetap penuh, maka kami mempersiapkan jalur arteri untuk menjadi alternatif di titik-titik tertentu, nanti akan kita buka, memberikan ruang apabila nanti terjadi kepadatan dan kemudian lalu lintas tidak bisa bergerak atau stuck, maka kita akan buka untuk masuk jalur arteri untuk beberapa waktu. Ini bagian dari upaya yang akan kita lakukan dan mudah-mudahan masyarakat bisa memahami ini,” ujar Listyo.

Lebih lanjut, Listyo memastikan pihaknya akan tetap memberlakukan kebijakan one way maupun contraflow untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

“Kebiajakan terkait one way kemudian contraflow tetap akan kita laksankan, termasuk juga pengalihan arus di jalur arteri juga tetap akan kita laksankan. Ini mohon juga masyarakat bisa memaklumi, karena memang itu harus kita lakukan agar yang akan melaksanakan balik kegiatan di jalur wisata semuanya bisa terlayani dengan baik,” pungkasnya. (JawaPos/Inikata)