Kemenag Sulsel Tindaklanjut Sosialisasi Wajib Halal Melalui Khutbah Jumat

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Sebagai tindak lanjut atas mandatori kewajiban bersertifikat halal yang jatuh pada tanggal 17 Oktober 2024, Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kementerian Agama atau Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan gencar melakukan sosialisasi, salah satunya melalui mimbar khutbah Jum’at.

Instruksi menggencarkan sosialisasi ini dituangkan dalam surat imbauan Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Nomor : B/2978/Kw.21.6.1/HM.00/02/2024, perihal Imbauan Khutbah Jum’at Bertema Halal secara serentak pada tanggal 5 Maret 2024.

Baca juga:

Hari Pertama Usai Dilantik, Lurah Parang Tambung Langsung Temui Tokoh Masyarakat

Ketua Tim Kemasjidan dan Hisab Rukyat Bidang Urais Kanwil Kemenag Sulsel Muh. Nur menyampaikan, berbagai upaya telah dilakukan Bidang Urais dan BPJPH dalam melakukan sosialisasi Wajib Halal Oktober (WHO) 2024 ini, seperti turun langsung ke lapangan menemui para produsen makanan dan minuman.

“Dan upaya kita kali ini adalah melalui khutbah seragam pada hari Jumat terakhir sebelum Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1445 H,” ujar Muh. Nur, Senin (1/4/2024).

Surat imbauan dengan lampiran materi khutbah Jum’at seragam tersebut ditujukan kepada seluruh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten / Kota, Kepala KUA dan Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid se Sulawesi Selatan.

Adapun judul khutbah yang ditetapkan adalah Ramadan dengan Makanan Halal, dan Mencari Keberkahan Hidup dengan Makanan Halal, dimana materi khutbah secara khusus mengulas tentang imbauan mengkonsumsi makanan yang halal dengan rujukan kutipan ayat-ayat Al Qur’an dan hadis-hadis Nabi yang relevan.

Lanjut dikatakan Nur, sapaan akrabnya, bahwa kehalalan makanan yang dikonsumsi, sebagaimana disebutkan dalam khutbah seragam ini, bukan hanya dari sisi zat atau fisiknya, namun juga halal dari cara mendapatkannya.

“Menjaga kehalalan makanan yang kita konsumsi juga merupakan wujud syukur atas anugerah yang melimpah ruah yang telah diberikan Allah SWT, sebagaimana Firman Allah dalam surah Al-Bakarah ayat 172,” tuturnya.

Ditambahkan, khutbah seragam ini juga mengajak masyarakat untuk mengurus sertifikat halal secara menyeluruh di semua sektor usaha dan produk, mengingat pentingnya sertifikasi halal tersebut.

Sekretaris Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) Sulsel ini kemudian membeberkan beberapa regulasi mengenai kewajiban bersertifikat halal untuk produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia dan untuk produk dari sembelihan.

“UU No 33 tahun 2014 pasal 4 menyatakan produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal dan juga pada PP 39 tahun 2021 pasal 140 yang mengatur bahwa penahapan kewajiban bersertifikat halal bagi produk makanan, minuman, hasil sembelihan, dan jasa penyembelihan dimulai sekjak 17 Oktober 2019 sampai 17 Oktober 2024,” pungkasnya. (Fadli)