Kejati Sulsel Buka Seminar Budaya Unggul Dari Sulawesi Selatan Untuk Indonesia

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Staf Ahli Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak membuka pelaksanaan kegiatan Seminar dengan tema ”Budaya Unggul Dari Sulawesi Selatan Untuk Indonesia” di Baruga Adhyaksa Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Kegiatan Seminar Budaya Unggul dari Sulawesi Selatan Untuk Indonesia ini menghadirkan narasumber yakni Ranu Mihardja, yang merupakan Wakil Ketua Lembaga Sertifikasi Auditor Forensik (LSPAF) dan Haris Fauzan yang merupakan Analisis Kebijakan Ahli Utama pada Pusat Inovasi Manajemen Pengembangan Kompetensi ASN Lembaga Administrasi Negara RI.

Baca juga:

Peran Bawaslu dan Media Dianggap Ujung Tombak Suksesnya Pesta Demokrasi

Acara seminar dihadiri tamu kehormatan dari Akademisi yaitu Prof. Dr. Musakkir,, yang merupakan guru besar Fakultas Hukum UNHAS, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi SulSel Zet Tadung Allo, Pejabat Utama Kejati Sulsel yaitu para Asisten, Koordinator, kabag TU pejabat struktural dan fungsional Kejati Sulsel dan para pegawai serta diikuti secara daring oleh para Kajari dan Kacabjari beserta jajarannya dalam wilayah Sulawesi Selatan.

Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya Seminar Budaya Unggul dari Sulawesi Selatan Untuk Indonesia yaitu untuk memperkuat Integritas Jaksa dan Pegawai sebagai Sumber Daya Manusia unggul yang ada di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

“SDM Unggul ini harus memiliki sikap jujur, dapat dipercaya, transparan, tulus melayani, konsisten dalam melaksanakan tugas sebagai penegak hukum, objektif serta tidak melakukan perbuatan tercela,” ucapnya.

Kajati Sulsel itu mengaku bangga terhadap segenap jajarannya selama kepemimpinannya di Sulawesi Selatan dalam kurung waktu 1 tahun 2 bulan para Jaksa dan Pegawai menunjukkan kinerja dan Integritas yang sangat baik sehingga melahirkan prestasi yang luar biasa menempatkan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan sebagai Satuan Kerja Berkinerja Baik.

“Kejati Sulsel menjadi Terbaik 2 dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi Tahun 2023,” tuturnya.

Leonard Eben Ezer Simanjuntak tak lupa berterimakasih kepada seluruh jajarannya yang telah mampu bekerjasama, menjaga kekompakan serta menjaga diri dari perbuatan tercela.

“kita patut berbangga sebagai masyarakat Sulawesi Selatan yang berbudaya kita diajarkan prinsip dasar Sipakatau (memanusiakan manusia), Sipakainge (saling mengingatkan antar sesama manusia) dan Sipakalebbi (saling menghargai satu sama lain), Olehnya itu jangan nodai tanah yang diberkati Tuhan ini dengan perbuatan tercelah yang dapat merusak Sulawesi Selatan,” tutupnya. (nca)