Sulsel Masih Alami Sederet Masalah, Bahtiar: Pilih Gubernur Jangan yang Biasa-biasa

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengungkap kondisi daerah dan sederet masalah yang dialami Sulsel beberapa waktu belakangan ini. Mulai,l dari pertumbuhan ekonomi yang masih rendah, hingga tingkat kemiskinan.

Di hadapan anggota DPRD Sulsel, Bahtiar menyebut sejumlah catata persoalan-persoalan itu menjadi warisan yang harus ia terima saat mengawali jabatan Pj Gubernur Sulsel.

Baca juga:

Bapenda Makassar Rancang Ranperda Harmonisasi Pajak dan Retribusi Daerah

“Apa yang menjadi catatan kita. Stunting yang masih 27 persen, kemiskinan yang masih 87 persen, dan tingkat pertumbuhan ekonomi kita yang masih 4,51 Persen. Selama itu tidak bisa tertangani, pertumbuhan tidak bisa naik,” kata Bahtiar ketika sambutan di Rapat Paripurna DPRD Sulsel, Kamis (28/3/2024).

“Kita cita-cita jadi Indonesia emas, rumusnya bilang kalau menjadi bagian Indonesia emas harus 7 persen. Pertumbuhan kita saat ini baru 4,51 Persen. Bagaimana mungkin Sulsel jadi Indonesia emas, itu hanya mimpi di siang bolong,” sambungnya.

Bahtiar menegaskan, jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), tentu tidak cukup. Harus ada upaya untuk mencari alternatif lain. Untuk itu, ia pun mengingatkan masyarakat maupun unsur pemangku kepentingan di Sulsel agar jangan memilih gubernur yang biasa-biasa saja.

Baca juga:

Irit Bicara Soal Kondisi SMAN 23 Makassar, Pj Gubernur Sulsel Lempar ke Disdik

“Sekarang bagaimana cara menggerakkan itu? Kalau hanya mengandalkan APBD yang kecil ini, maka harus ada cara baru untuk menggerakkan. Ini harus ada metode baru, tidak bisa lagi cara biasa. Maka pilih hubernur jangan yang biasa-biasa,” ujar Bahtiar.

Kendati begitu, Bahtiar tak menyebutkan siapa sosok yang dimaksudnya. Ia pun berkelakar dengan mengatakan bahwa statemen berunsur politis sekali-kali boleh diucapkan.

“Sekali-kali statemen politis boleh juga disampaikan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bahtiar menerangkan konsep pembangunan di Sulsel harus dilakukan dari hulu ke hilir. Sehingga semua sektor sumber daya dapat dikembangkan.

“Kita mengerjakan ini harus dibangun ekosistemnya, jadi hulu-hilirnya kita bangun, ekosistem pertanian peternakan, perikanan maupun sektor lainnya termasuk pariwisata di Sulsel harus kita kerjakan hulu ke hilir, dan bisa terukur dari waktu ke waktu,” pungkasnya.

(C/Fadli)