Eks Direksi Perseroda Sulsel yang Dicopot Gugat Pj Gubernur, Sidang Mulai Digelar 26 Maret

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Eks Direksi PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda) yang dicopot menggugat Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin di Pengadilan Negeri (PN) Makassar. Berdasarkan informasi yang diperoleh, sidang terjadwal akan digelar pada Selasa 26 Maret 2024 mendatang.

Gugatan tersebut dilayangkan pada 5 Maret dengan nomor registrasi perkara: 80/Pdt.G/2024/PN Mks, yang mempersoalkan pemberhentian Direksi Perseroda PT SCI. Dalam daftar tergugat itu diantaranya Gubernur Sulsel, Tenri Abeng, Liong Rahman.

Baca juga:

Bayinya Kritis Diduga Kelalaian Perawat, Chintia Gandeng Tim Hotman Paris Layangkan Surat ke RSAB Harapan Kita

“Kalau info dari kuasa hukum sudah masuk di pengadilan negeri. Sidang kalau nda salah 26 Maret, sudah ada jadwal. Itu baru info yang saya dapat dari kuasa hukum kami,” kata Eks Direktur Utama (Dirut) Perseroda Rendra Darwis, Senin (18/3/2024).

Rendra menyebut, untuk perkembangan kesiapan gugatan itu sudah sementara dikerjakan oleh kuasa hukumnya. Pihaknya tinggal siap menghadapi perkara itu di PN Makassar.

Dia mengatakan, salah satu alasan gugatan itu dilayangkan karena hingga saat ini pun pihaknya belum mengetahui apa jenis pelanggaran yang dilakukan selama menjabat.

Baca juga:

Eks Direksi Perseroda Mengadu Pemberhentiannya ke DPRD Sulsel

“Kalau terkait itu sampai hari ini kami bingung ada apa, karena biasa pergantian dari segi waktu dan segi kinerja, karena dari segi waktu kami baru 6 bulan,” terangnya.

“Maksudnya kami baru mulai kerja dan ini tiba-tiba diganti,” sambungnya.

Sementara Ketua tim hukum Rendra Darwis, Acram Mappaona Azis saat dikonfirmasi terkait kesiapan dan progres dalam persidangan nanti belum dapat menanggapi, karena masih tengah melakukan perjalanan. “Nanti saya tiba, masih dalam perjalanan,” imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, Acram Mappaona Azis mengatakan gugatan tersebut telah terdaftar di PN Makassar dengan nomor registrasi perkara; 80/Pdt.G/2024/PN Mks. Menurut Acram, pihaknya mempersoalkan pemberhentian Direksi Perseroda PT SCI, melalui SK 220 / II / Tahun 2024 tertanggal 22 Januari 2024.

“Karena dalam keputusan itu diduga terdapat perbuatan melawan hukum dalam proses pemberhentian direksi hasil seleksi terbuka, sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 37 Tahun 2018,” ujar Acram. (B/Fadli)