Puasa Tanpa Makan Sahur Berbahaya Bagi Tubuh, Berikut Dampaknya

INIKATA.co.id – Tidak sedikit orang yang menyepelekan makan sahur. Meskipun hukum sahur di bulan puasa adalah sunnah, makan sahur tetap memiliki peran penting bagi tubuh.

Sahur membuat tubuh kita memiliki cadangan energi untuk melakukan aktivitas ketika berpuasa.

Baca juga:

Resep Ayam Katsu Kari Jepang, Menu Lebaran dengan dengan Citarasa Jepang

Apabila tidak ada pasokan makanan yang cukup, tubuh kita akan terasa lemas karena kekurangan sumber energi.

Sahur membuat tubuh kita memiliki cadangan energi untuk melakukan aktivitas ketika berpuasa.

Apabila tidak ada pasokan makanan yang cukup, tubuh kita akan terasa lemas karena kekurangan sumber energi.

Puasa tanpa sahur yang dilakukan secara terus-menerus juga dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

1. Kekurangan Cairan dalam Tubuh (Dehidrasi)

Dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan cairan yang dibutuhkan. Saat mengalami dehidrasi, seseorang cenderung merasa lemas, tidak bisa fokus, dan tekanan darahnya menurun.

Dehidrasi dapat dicegah dengan cara minum air putih 8 gelas per hari dan konsumsi makanan yang mengandung banyak air seperti sayur dan buah-buahan ketika sahur maupun berbuka.

2. Turunnya Daya Tahan Tubuh

Imun dalam tubuh bertugas untuk melindungi diri kita dari berbagai jenis penyakit. Jika kebutuhan imun akan nutrisi tidak terpenuhi, sistem imun akan mengalami penurunan dan tubuh akan mudah terserang penyakit.

Oleh karena itu, makan sahur sebaiknya dilakukan agar tubuh memiliki simpanan energi sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga dan terhindar dari segala penyakit.

3. Keseimbangan Tubuh Terganggu

Tubuh yang kekurangan asupan energi cenderung merasa lemas dan mudah goyah. Kehilangan keseimbangan tubuh dapat mencelakai diri jika sampai terjatuh.

4. Massa Otot Menurun

Otot memerlukan protein untuk proses pembentukan dan perbaikan jaringan otot. Protein dapat ditemukan melalui makanan yang masuk ke tubuh.

Makan sahur akan membantu otot mendapatkan kebutuhan proteinnya sehingga penurunan massa otot ketika puasa dapat dihindari.

5. Asam Lambung Naik

Saat menjalani ibadah puasa lambung akan mengalami kekosongan asupan makanan. Untuk memperlambat pengosongan itu, dibutuhkan asupan makanan ketika sahur agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan.

6. Memicu Sindrom Metabolik

Sindrom Metabolik adalah gangguan kesehatan yang terjadi secara bersamaan. Penyakit ini merupakan kombinasi dari kadar gula darah tinggi, hipertensi, kolesterol, dan obesitas.

7. Mengalami Hipoglikemia

Puasa tanpa sahur dapat menyebabkan kadar gula dalam tubuh turun secara drastis. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan itu akan meningkatkan risiko penyakit hipoglikemia.

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah batas normal. Hipoglikemia dapat dicegah dengan cara menjaga kadar gula darah agar tetap di batas normal melalui pola makan yang benar.

Melewatkan makan sahur nyatanya dapat meningkatkan risiko dari ketujuh bahaya yang telah disebutkan sebelumnya.

Puasa tanpa sahur sangat erat kaitannya dengan penyakit pencernaan. Hal itu menunjukkan bahwa sahur memiliki fungsi penting bagi kesehatan tubuh.

Sementara itu, menjalani ibadah puasa akan terasa nyaman apabila tubuh berada dalam kondisi prima.

Agar mudah bangun sahur, tidurlah lebih awal dan hindari mengonsumsi kafein beberapa jam sebelum tidur. (JawaPos/Inikata)