Khofifah: 3 Modal Penting Perempuan Wujudkan Kemajuan Bangsa

INIKATA.co.id – Ada tiga modal penting bagi perempuan untuk mewujudkan kemajuan bangsa. Poin yang harus diperkuat perempuan sebagai modal investasi dalam mewujudkan kemajuan adalah penguatan pendidikan, penguatan kompetensi dan penguatan karakter.

Hal itu disampaikan Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peringatan Internasional Women’s Day di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/3) kemarin. Khofifah mengatakan kesetaraan perempuan dengan laki-laki sudah meningkat di semua lini.

Baca juga:

Buka Ruang Belajar Bahasa Mandarin, FUXING Makassar Genap Berusia 2 Tahun

Hal itu membuat peran perempuan di segala sektor makin besar. “Perempuan sudah banyak mengisi ruang-ruang pembangunan maka kualitas SDM perempuan harus terus dikembangkan,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, poin pertama adalah untuk penguatan pendidikan prioritas utama dalam pembangunan adalah kualitas SDM.

Perempuan, kata dia, harus tersentuh pendidikan yang baik dan bermutu untuk bisa menjadi tonggak kemajuan.

Baca juga:

Peringati Hari Perempuan Internasional, Fadliah Firman Sebut DWP Makassar juga Adalah “Pahlawan”

“Memang ada stereotip pada perempuan hanya akan berakhir sebagai ibu rumah tangga sehingga tak perlu pendidikan tinggi. Itu salah dan harus dihapus,” ucapnya.

Menurutnya, wanita karier dan ibu rumah tangga harus berpendidikan tinggi dan berkualitas.

Kemudian Kedua adalah penguatan kompetensi. Setiap perempuan membutuhkan profesionalisme dan keterampilan sesuai tuntutan dan kebutuhan dimana ia berperan.

Maka dari itu, kemudahan akses dalam mendapatkan pelatihan dan pengembangan kompetensi harus didapatkan seluruh perempuan di Indonesia.

“Dengan kompetensi kita bisa memiliki daya saing. Makin tinggi kompetensi yang dimiliki perempuan maka makin unggul dalam menciptakan kemajuan,” tuturnya.

Terakhir penguatan karakter. Dalam mencapai sebuah kemajuan dibutuhkan pribadi yang tangguh. Menurutnya, perempuan yang tangguh harus memiliki karakter yang kuat. Untuk itu penguatan karakter menjadi penting.

“Terutama bagaimana perempuan bisa memimpin, bisa mengatur, dan menciptakan manajemen yang baik dalam bidang yang dikuasai,” jelasnya.  (JPNN/Inikata)