Tanggapi Sorotan Pj Gubernur soal Bisnis KIMA, Dewan Sulsel Dorong Lakukan RUPS

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Anggota DPRD Sulsel Januar Jauri menanggapi sorotan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin terkait dengan bisnis Kawasan Industri Makassar (KIMA).

Pemprov Sulsel dan pemegang saham lainnya harus melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sebagai langkah strategis untuk mengembangkan perusahaan KIMA.

Baca juga:

DWP Sekretariat DPRD Sulsel Lakukan Pendampingan di Posyandu Binaan

“Saatnya para pemegang saham yakni pemerintah provinsi dan pemegang saham lainnya mesti RUPS untuk menentukan pengembangan selanjutnya,” ujar Januar, Kamis (7/3/2024).

Politisi partai Demokrat ini menyebut, KIMA saat ini masih memerlukan adanya perluasan lahan dan jaringan bisnisnya di wilayah strategis.

“Masing-masing KIMA dan GMTD merupakan bisnis bidang property dan lahan, sehingga ada saat persediaan tamah dan produk gudang/kantor akan menipis hingga habis. KIMA memerlukan dorongan perluasan kawasan pergudangan melalui ekspansi lahan dan jaringan bisnis di Mamminasata,” ungkapnya.

Baca juga:

Prabowo-Gibran Unggul 119 Suara di TPS Pj Gubernur Sulsel Mencoblos

Dia mengungkapkan, selama ini Pemprov Sulsel juga telah menerima deviden dari KIMA, jadi seharusnya ada upaya untuk mendorong ekspansi usahanya.

“Ini perseroan terbatas sehingga aturan keterlibatan pemerintah juga mesti sebagaimana aturan yang berlaku. Selama ini pemerintah sudah menerima deviden yang mungkin hingga belasan puluhan tahun, akhirnya persediaan usaha habis,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bahtiar menyoroti bisnis khususnya di kawasan industri Makassar atau KIMA. Dirinya menilai perusahaan tersebut belum berkembang dengan baik.

“Termasuk bisnis yang harus kita dorong di Sulsel, itu yang belum berkembang namanya bisnis kawasan industri seperti KIMA ini,” ucap Bahtiar.

Dia menginginkan agar investasi di sektor itu tidak terkesan diabaikan. Sehingga perlu didorong oleh pemerintah untuk mengoptimalkan investasi di wilayah Sulsel.

“Jadi Swasta yang punya, saya kira itu yang harus kita kerjakan pelan-pelan,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini sudah banyak investasi di Sulsel yang mendapat keluasan dan bahkan telah didukung oleh pemerintah. Seperti baru-baru ini yang didukung oleh Presiden Jokowi, yakni melanjutkan pembangunan di Mamminasata.

“Di Sulsel ini potensi investasi luar biasa.. seperti Mamminasata itu yang waktu dekat ini potensinya luar biasa, ada jalan tol, itu properti akan berkembang,” ungkapnya.

Kemudian investasi di sektor pariwisata kata dia, tak kalah menarik dengan daerah-daerah lainnya. Bahkan beberapa potensi wisata di Sulsel menjadi langganan wisatawan manca negara.

“Kita punya potensi wisata besar Ramang-ramang Geopark Maros-Pangkep nomor dua terbaik dunia, ada kita punya Bantimurung, ada di Bira,” tuturnya.

Adapun investasi lainnya seperti 9 pelabuhan dibawah pengelolaan Pemprov Sulsel hingga meluasnya investasi pertambangan di sejumlah kabupaten.

“Kita punya bisnis juga di pelabuhan, ada 9 pelabuhan itu yang dibisniskan semua dikelola secara profesional,” ucap dia.

“Terus investasi yang lain mungkin bidang pertambangan, kita punya emas, punya Nikel,” pungkasnya. (B/Fadli)