Tekan Inflasi Jelang Ramadan, Pemkab Luwu Gelar Gerakan Pangan Murah

LUWU, INIKATA.co.id – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam upaya menjaga inflasi khususnya menjelang bulan ramadan 1445 Hijriah.

Penjabat (Pj) Bupati Luwu Muh Saleh, dalam keterangannya di Makassar, mengatakan, GPM telah digelar pada 26 Februari kemudian berlanjut di Lapangan Daeng Risaju, Kecamatan Belopa, 28 Februari, serta Lapangan Andi Djemma pada 6 Maret 2024.

Baca juga:

Danny Pomanto Ngopi dan Diskusi Bareng Pemuda Wajo

Ia menjelaskan gerakan tersebut sebagai upaya untuk menekan inflasi yang tengah terjadi merata se-Indonesia, serta kenaikan harga bahan pokok utamanya beras yang mengalami kenaikan hingga Rp17 ribu per kg di pasaran.

“GMP yang kita laksanakan adalah salah satu upaya untuk menekan kenaikan harga bahan pokok. Kemarin kita juga sudah memantau di Pasar Bajo, rata-rata memang mengalami kenaikan,” kata Muh Saleh, Kamis (29/2/2024).

“Semoga ini dapat membantu meringankan beban masyarakat untuk membeli bahan pangan pokok,” lanjutnya.

Baca juga:

Jaga Pasokan dan Harga Pangan, Pemprov Sulsel Gencarkan GPM di 8 Daerah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu, Andi Makkawaru menuturkan gerakan tersebut Pemerintah Kabupaten Luwu bekerjasama Perum Bulog menyediakan beras SPHP sebanyak 10 ton yang dijual dengan Rp10.600 per kilogram.

Pemkab juga bekerja sama Rumah Pangan Kita, Peternak dan Gapoktan untuk menyediakan gula plos sebanyak 1 ton dengan harga Rp 17.000 per kg, Minyak kita sebanyak 1000 liter seharga Rp17.000 per liter.

“Sementara Minyak Panah Mas seharga Rp87.000 per jerigen, dan telur sebanyak 50 rak seharga Rp53.000 per rak,” kata Andi Makkawaru.