Groundbreaking PSEL Makassar Dijadwalkan Pertengahan Tahun 2024

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Peletakan batu pertama atau Groundbreaking proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), dijadwalkan akan dilakukan pada pertengahan tahun 2024, sekitar bulan Juni atau Juli 2024.

Pemerintah Kota Makassar telah menetapkan konsorsium empat SUS Indonesia Holding Limited, Shanghai SUS Environment Co, Ltd., PT Grand Puri Indonesia menjadi pemenang tender.

Baca juga:

Distaru Minta Operasional New TSM Makassar Dihentikan Sementara

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, keberadaan proyek PSEL di Makassar, merupakan salah satu upaya pemerintah kota dalam mengurangi emisi karbon di kota Makassar.

Ia menargetkan, 9 tahun ke depan TPA Antang akan direvitalisasi menjadi taman kota. Sehingga, tidak ada lagi emisi karbon yang dihasilka di area tersebut.

“Tentang pengolahan sampah sudah ada pemenang, PSEL yang ada akan kita olah dengan sistem yang ada. Disamping itu pula, sampah rumah tangga akan kita olah dengan sampah yang ada di TPA, sehingga 9 tahun yang akan datang, TPA bisa menjadi taman,” kata Danny, Selasa (24/2/24).

International Business Dept. Investment Manager, Shanghai SUS Environment Co.,Ltd. Bruce Huang mengatakan pihaknya akan menyelesaikan izin analisis dampak lingkungan (amdal) dan transfer land titel sebelum memulai peletakan batu pertama.

Bisa saja kata Bruce Huang, peletakan batu pertama dilakukan sebelum menyelesaikan amdal dan transfer land titel, hanya saja pihaknya, ingin seluruh otoritas menyetujui rangkaian perizinan sebelum memulai pengerjaan proyek.

Bruce mengaku diberi waktu selama 6 bulan untuk melengkapi dokumen pengerjaan tahap I

“Kami baru menang secara resmi, setelah itu yang pertama harus kita bentukkan, spv perusahaan proyek, setelah itu ada transfer land titel untuk dialihkan ke spv, jadi kami yang punya, lalu ada persiapan-persiapan advice amdal, itu secara teknikal yah komprehensif,” kata Bruce Huang

“Sebelum itu kami juga bisa melakukan groundbreaking tapi mendingan kami selesai dulu, targetnya di tengah tahun ini misalnya Juni atau Juli groundbreaking. Enam bulan itu semua persiapan, sebelum tanda tangan KSPI dengan pemkot Makassar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bruce membeberkan jumlah dana yang disiapkan untuk pembangunan proyek PSEL sebesar Rp 3 triliun. Besaran dananya kata dia bisa saja berubah, sesuai dengan kesepakatan dengan pihak pemerintah kota Makassar.

“Sampai sekarang masih tetap kita siapkan 3 triliun , kita akan bikin advace, kan pemkot juga lagi bikin advace jadi nanti kalau cocok , berarti fix,” ujarnya.

Ia menambahkan, lokasi proyek yang dipilih masih berada di Kecamatan Tamalanrea. Pembebasan lahan masih terus bergulir, sehingga pihaknya membutuhkan sedikit waktu untuk pengambil alihan lahan.

“Sampai sekarang masih lancar, cuma butuh sedikit waktu, dalam bulan Maret (pembebasan lahan) sudah selesai semua,” ucap Bruce

Sebelumnya Sekretaris Tim Penilai PSEL Pemkot Makassar Iksan Latif mengatakan, jadwal pelaksanaan groundbreaking ditentukan oleh kelengkapan dokumen perizinan.

Pemkot Makassar kata Iksan, sapaan akrab Iksan Latif memberi jangka waktu selama 5 bulan kepada pihak konsorsium untuk menyelesaikan kelengkapan dokumen.

“Fix nya groundbreaking, tergantung dengan dokumen 5 bulan ke depannya dia (konsorsium). Jadi mereka akan menyelesaikan dulu kelengkapan dokumen, feasibility studyselama 5 bulan,” kata Iksan.

Setelah kelengkapan dokumen dipenuhi, pihak konsorsium diminta mengajukan modal finacial ke perbankan. Meski konsorsium memiliki kecukupan modal, pihak konsorsium kata Iksan harus memiliki financial plus.

“Setelah kelengkapan dokumen dipenuhi, mereka akan mendapatkan sinyal, apalagi sinyal dari perbankan. Sebenarnya, mereka sudah punya modal sendiri, cuma mereka harus ada financial plus, jadi mereka harus menyelesaikan financial plus setelah itu baru kita akan lakukan groundbreaking,” kata Iksan.

Lebih lanjut, Iksan menyebut pemerintah kota memberikan dukungan penuh secara administrasi kepada konsorsium. Pihaknya bahkan, akan membuat permohonan bantuan langsung pengolahan sampah (BPLS) ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendapatkan subsidi.

Selain itu, pihaknya juga bermohon ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), untuk menaikkan rencana umum tenaga listrik kota Makassar yang sebelumnya hanya 10 mega watt menjadi 24 megawatt.

Menurut Iksan, angka tersebut mampu mencakup kebutuhan listrik rumah tangga satu kecamatan.

“Setelah kelengkapan dokumen selesai, kita berangkat ke Jakarta untuk bermohon bantuan langsung pengolahan sampah (BLPS), jadi kita akan dapatkan subsidi,” bebernya

“Dan kemudian ke ESDM untuk kemudian menyampaikan bahwa tender sudah selesai, kita memohon bantuan kepada esdm untuk menaikkan rencana umum tenaga listrik di kota Makassar yang saat ini hanya 10 megawatt , karena investor itu meminta 24 megawatt,” ucap Iksan.(mawar)