Terima Kunjungan SMA Metro School, Ketua DPRD Sulsel Paparkan Peran dan Tugas Legislator

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Tahun 2045 mendatang, Indonesia akan genap berusia 100 tahun. Itu akan menjadi momen bersejarah bagi Indonesia sekaligus melatar belakangi munculnya ide, wacana, dan gagasan Generasi Emas 2045.

Meski tahun 2045 masih jauh, namun bibit-bibit unggul untuk masa depan tersebut harus ditanamkan dari sekarang.

Baca juga:

Deklarasi Pemilu Damai, Ketua DPRD Sulsel Minta Jangan Intervensi Pilihan Murid

“Anak-anak didik saat ini merupakan calon pemimpin bangsa di masa depan. Mereka perlu dididik dengan nilai-nilai positif, disiplin, moral, dan karakter yang kuat,” ungkap Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, saat memberikan motivasi kepada siswa Yayasan Citra Wahana Pelangi SMA Metro School yang berkunjung ke DPRD Sulsel, Jumat (23/2/2024).

Menurut politisi Golkar tersebut, generasi muda adalah penentu arah peradaban suatu bangsa, terutama bagi Indonesia.

Andi Ina melihat tahun 2045 sebagai momentum penting dalam sejarah Indonesia yang akan genap berusia 100 tahun.

Baca juga:

Andi Ina Izin ke Keluarga Besar Bertarung di Pilkada Barru

“Sebagai politisi dan pimpinan DPRD, saya memberikan apresiasi kepada SMA Metro School atas kunjungannya. Siswa-siswa ini perlu memahami peran dan tugas para legislator di lembaga politik,” tuturnya.

“Saya menerima mereka secara langsung karena saya percaya bahwa mereka adalah generasi yang perlu diberi perhatian dan pengetahuan tentang lembaga politik,” tambahnya.

Andi Ina menilai bahwa siswa-siswi ini adalah penerus bangsa yang akan melanjutkan pembangunan Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan dan Kota Makassar.

“Mereka adalah penerus kita semua yang akan mengemban tanggung jawab kepemimpinan di masa depan, khususnya saat Indonesia mencapai masa keemasannya pada tahun 2045,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa dalam kunjungan tersebut, ia memberikan pemahaman kepada siswa-siswi tentang peran para legislator dan pentingnya keterlibatan perempuan dalam politik.

“Anak-anak perlu memahami sistem politik, proses politik, serta bagaimana kebijakan-kebijakan dibuat dan diimplementasikan oleh pemerintahan. Kunjungan langsung ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di sekolah,” pungkas Andi Ina. (***)