ASN Kemenag Sulsel Diingatkan Tidak Lakukan Pungli Saat Beri Pelayanan

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Faisal Ali Hasyim mengingatkan agar ASN Kemenag Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak melakukan pungutan liar (pungli) saat melayani masyarakat.

“Sebagai instansi yang menyandang nama “Agama”, ASN Kementerian Agama harus menjadi teladan dalam pelayanan yang bebas korupsi,” ucap Faisal saat di Makassar pada Rapat Kerja Wilayah Kemenag Sulsel, Kamis (23/2/2024).

Baca juga:

Soroti Penghargaan Geopark Maros-Pangkep dari UNESCO, Pj Gubernur Sulsel: Jangan Mau Dibodohi

Selain itu, Irjen Faisal juga mengingatkan agar ASN Kemenag Sulsel senantiasa berpedoman pada visi misi Kemenag dalam menjalankan aktifitasnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Secara khusus Faisal menyoroti kinerja KUA dan Kepala Madrasah, yang oleh Menteri Agama kedua satker ini telah dianggap sebagai etalase Kemenag ataupun miniatur Kementerian Agama, sehingga dalam memberikan layanan tidak boleh sekali-sekali melakukan pungli.

“ASN yang bekerja di KUA semestinya melakukan perubahan habit (kebiasaan) dan culture (budaya) dalam memberikan layanan. Ini yang belum banyak berubah, yang berubah hanya dari sisi fasilitas saja,” ungkapnya.

Baca juga:

BKD Sulsel Warning Temuan Bawaslu Soal Netralitas ASN dalam Agenda Capres

Begitu juga untuk Madrasah, Irjen Faisal mewanti-wanti untuk tidak melakukan pembiaran bila ada oknum pegawai di madrasah yang menerima gratifikasi.

“Pimpinan jangan lakukan pembiaran karena itu masuk kategori tindakan indisipliner,” sebutnya.

Terkait upaya penguatan pengawasan pelayanan publik, Irjen kelahiran Pidie Banda Aceh 22 Februari 1971 ini mengimbau agar ASN Kemenag menerapkan 9 prinsip good governance.

Yaitu Partisipasi Masyarakat, Tegaknya Supremasi Hukum, Transparansi, Responsif, Konsensus, Kesetaraan atau Keadilan, Efektifitas dan Efisien, Akuntabilitas dan Visi Strategis. (C/Fadli)