Pj Sekda Harap Seleksi JPT Pemkot Hasilkan Kepala OPD Berkualitas

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (sekda),Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra berharap lelang jabatan eselon II pemkot Makassar menghasilkan kepala OPD yang ber kualitas dan beritegritas.

Hal itu disampaikan usai hadir mendampingi Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto dalam pembukaan tahapan penulisan makalah dan penilaian kompetensi oleh Pansel terbuka Pemkot Makassar di Puslatbang KMP LAN, Rabu (21/02/2024).

Baca juga:

Alasan Dinas Pendidikan Belum Lakukan Perbaikan Pagar SD Inpres yang Diganjal Pake Bambu

Tahapan ini diikuiti oleh 36 peserta yang akan diseleksi untuk mengisi 7 jabatan kepala OPD yang lowong.

Selaku Ketua Panitia Pelaksana (Pansel) Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Firman sapaan akrab Firman Pagarra mengimbau peserta agar fokus mengeluarkan seluruh kemampun yang dimiliki untuk menuangkan ide dan gagasannya dalam penulisan makalah yang akan dipresentasikannya.

“Semua punya peluang yang sama. Saya harap semua bertarung secara sehat dengan mengeluarkan kemampuan maksimal yang dimiliki. Hasil terbaik nantinya yang akan terpilih. Apalagi tempat seleksinya ini di KMP LAN sudah terakreditasi A jadi tidak main-main tesnya,” ucapnya.

Baca juga:

Danny Pomanto jadi Tamu Kehormatan Presiden Singapura

Dia juga mengingatkan kepada peserta bahwa penyeleksian ini bagian dari penilaian untuk mendapatkan birokrat yang cepat tanggap, beradaptasi, uptodate, dan mampu menyukseskan visi misi dan program prioritas Pemkot Makassar sesuai arahan Wali Kota Makassar.

Sementara, Kepala Puslatbang KMP LAN, Dr. Andi Taufik menambahkan metode penyeleksian yang akan digunakan yakni assesment center merupakan metode yang sudah teruji untuk menentukan kualitas dari para peserta seleksi terbuka.

“Jadi penulisan makalahnya ini memakan waktu 120 menit untuk 1 makalah nanti ada tiga makalah yang akan dibuat peserta,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hasil assesment center yang diperoleh peserta lelang berlaku selama tiga tahun dan dapat digunakan oleh peserta saat mengikuti seleksi terbuka baik tingkat kabupaten/kota maupun tingkat provinsi.

“Karena hasil tidak pernah mengkhianati proses. Jadi nantinya hasil asesment center yang didapatkan para peserta dapat digunakan selama tiga tahun kedepan untuk mengikuti seleksi terbuka kembali jika ada, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota tanpa tes awal lagi. Tapi tetap harus menulis makalah,” ucap Taufik. (C/Mwr)