Danny Bakal Wujudkan Konsep Bangunan Zero Carbon di Makassar

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Perubahan iklim tengah memantik perhatian dunia, ancamannya kian hari semakin nyata.

Oleh Sebab itu, diperlukan terobosan bangunan rendah karbon agar masyarakat mampu bertahan dalam situasi ini.

Baca juga:

Masa Kerja Tertinggal 22 Hari, Ini 6 Tugas Pokok dari Kemendagri untuk Gubernur

Pemerintah Kota Makassar mulai mencanangkan konsep pembangunan rendah karbon (low carbon) di kota Makassar.

Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto mengatakan, kota Makassar memiliki kemampuan untuk menerapkan konsep nett zero carbon (low karbon).

Pihaknya pun mendatangkan tim ahli dari Amerika dan Australia untuk membahas penerapan konsep pembangunan nett zero carbon di Makassar.

Baca juga:

10 Kota Dunia Terdampak Krisis Iklim dengan CSI Level 3, Makassar Termasuk

“Mereka sudah teliti Makassar, jadi bukan kita bicara karena kita tidak terlalu tahu ilmunya. Tapi orang Amerika akan bicara, Australia akan bicara, Makassar punya kemampuan untuk low carbon atau net zero carbon. Kalau tidak, kita akan memberikan kontribusi buruk pada bumi ini. Kita mau jadi kota dunia, salah satu kontribusi yang harus kita lakukan adalah pengurangan karbon,” kata Danny, Senin (19/2/24).

Danny melanjutkan, konsep low carbon perlahan mulai diterapkan oleh pemerintah kota Makassar.

Proyek Makassar Government Center (MGC) misalnya, pembangunan gedung tersebut telah menerapkan konsep green building.

Ia menjelaskan, nantinya gedung MGC menggunakan pencahayaan yang berasal dari alam. Saat ini Danny mengaku terus melakukan konsultasi ke ahli green building untuk menyempurnakan konsep low carbon di MGC.

Selain itu, penggunaan kantong plastik pun mulai ditiadakan oleh sejumlah minimarket di Makassar.

“Green building itu, pemakaian cahaya alam yang kita pakai. Listrik kita pakai solar misalnya, begitu. Itu ada kriterianya, ada tim penilai nasionalnya. Itu dirancang khusus, jadi kita konsultasi ke ahli green building,” jelasnya.

Kedepan kata Danny, sekolah-sekolah dan perkantoran di bawah pemerintah kota Makassar, akan memanfaatkan solar cell untuk penggunaan listriknya.

Meski belum mampu menerapkan 100 solar cell, setidaknya kata dia, penggunaan solar cell mampu mengimbangi penggunaan listrik penerangan yang selama ini bergantung dengan PLN.

“Makanya saya terangkan saya komitmen ke sekolah-sekolah, apalagi mati lampu karena kita punya energi sangat tergantung pada alam. Makanya kita coba membuat resiliensi seperti tema tahun lalu, bahwa semua sekolah dan fasilitas pemerintah saya akan buatkan solar cell semua. Paling tidak untuk minimum penerangan atau minimum peralatan yang dipakai solar cell tidak pakai listrik lagi,” ungkap Danny

“Nanti ini kita minta para ahli bicara, coba satu SD bagaimana, mana yang paling efektif. Cuma tidak yang kita untuk kasi full 100 persen atau setengah setengah dulu,” tambahnya.

Danny menambahkan, pemerintah kota Makassar berencana menggabungkan konsep pembangunan green building dengan metaverse.

Selain sekolah dan gedung perkantoran yang dikonsep menjadi gedung ramah lingkungan, sosialisasi program-program pemerintah ke masyarakat dilakukan secara digital.

“Program pemerintah Kota Makassar ke depan menyangkut sustain karena inklusif dan sustain. Bagaimana semuanya dilibatkan, bagaimana keberlanjutan low carbon bentuknya. Inikan bicara di umum, nanti di rakorkus berbicara di khusus. Low carbon dan metaverse bagaimana diselesaikan dengan digitalisasi,” jelasnya. (C/Mawar)