Empat Remaja Perempuan di Gowa Diamankan Polisi, Diduga Aniaya Rekannya

GOWA, INIKATA.co.id – Empat remaja perempuan di Gowa diamankan polisi dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap perempuan berinisial ZA (13) yang tak lain adalah rekannya sendiri.

Mereka adalah, NA (13), NH (13), FI (14) dan AF (15). Mereka diamankan di rumahnya masing-masing beberapa hari lalu.

Baca juga:

Jadi Incaran Polda Jatim, Pria Diduga Admin Judi Online Ditangkap Jatanras Polrestabes di Makassar

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bahtiar membenarkan Ikhwal kejadian tersebut. Ia mengatakan, keempat terduga pelaku diamankan beberapa hari lalu di rumahnya masing-masing.

“Benar, elah terjadi tindak pidana kekerasan terhadap anak. Empat orang sudah diamankan,” kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Bahtiar, Sabtu (17/2/2024).

Bahtiar menjelaskan peristiwa itu terjadi di Lapangan Syekh Yusuf, Jalan Masjid Raya, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Gowa pada Minggu (11/2/2024), sekitar pukul 09.00 Wita.

Baca juga:

Tak Terima Anaknya Dicubit, Ortu Siswa di Makassar Polisikan Oknum Guru SD

Kejadian itu bermula saat korban sedang berolahraga di Lapangan Syekh Yusuf dan ditantang berkelahi oleh pelaku utama berinisial NA.

“Korban ini sementara olahraga kemudian didekati oleh terlapor dan mengajak untuk berkelahi namun korban menolak,” kata Bahtiar.

Terlapor (NA) yang jengkel ajakan duelnya ditolak lantas menarik baju korba. Smentara NH, rekan pelaku merekam kejadian tersebut.

“NA ini langsung menarik baju korban dan rambut korban sehingga korban terjatuh. Setelah itu terlapor langsung menendang korban yang sedang terbaring di lapangan,” bebernya.

Beruntung sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian langsung melerai pelaku dan korban. Belakangan, ibu korban yang mengetahui kejadian tersebut tidak menerima hal tersebut kemudian melapor ke polisi.

“Ibu kandung korban yang tahu kejadian itu keberatan dan melaporkan ke Polres Gowa,” ucapnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, lanjut Bahtiar, dugaan penyebab perkelahian itu lantaran salah seorang pelaku memprovokasi pelaku utama untuk menantang korban duel satu lawan satu.

“Menurut (NA) penyebab terjadinya penganiayaan karena adanya provokasi dari FI,” pungkasnya.