Antisipasi Bencana Saat Pemilu, BPBD Makassar Siagakan 122 Personel

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bakal menurunkan 122 personel untuk bersiaga di TPS yang rawan banjir.

Kepala BPBD Kota Makassar Akhmad Hendra Hakamuddin mengatakan telah menyusun sejumlah strategi mitigasi bencana alam di Kota Makassar. Mulai dari pra pemilu, pelaksanaan pemilu hingga pasca pemilu.

Baca juga:

KNPI Makassar Apresiasi Pemkot Atas Penobatan Opu Daeng Risadju Jadi Nama Jalan

Untuk pra pemilu, pihaknya telah menyiapkan peralatan pendukung dalam mengawal distribusi logistik ke wilayah rawan banjir.

Apalagi, beberapa hari terakhir kota Makassar diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai dengan angin kencang, Hendra Menilai perlu persiapan dini untuk mengantisipasi bencana yang akan terjadi saat proses pemilihan berlangsung.

“Kami punya 122 personel yang saat ini siap menghadapi kondisi cuaca buruk saat pelaksanaan pemilihan,” ujar Hendra, Selasa (13/2/24).

Baca juga:

4 Wilayah di Makassar Rawan Kekeringan saat Kemarau

Hendra Hakamuddin mengungkapkan, pelaksanaan pemilu tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di mana, Pemilu kali ini dilakukan secara serentak dan bertepatan dengan puncak musim penghujan. Sehingga kata dia, situasi ini menjadi pengalaman pertama yang dihadapi oleh BPBD Kota Makassar.

“Karena ini masuk musim hujan ini, kita sudah punya beberapa pengalaman. Namun pengalaman yang baru yang kita akan hadapi adalah musim hujan yang diperkirakan cukup lebat yang terjadi di masa Pemilu,” ungkapnya.

Bahkan, jika lokasi TPS berada di area rawan, kata Hendra, BPBD Kota Makassar siap mengantarkan wajib pilih ke TPS.

“Saat terjadi banjir di titik titik lokasi rawan otomatis surat suara tersebut harus sampai dengan aman karena mungkin saja di titik lokasinya tidak banjir, tapi beberapa lintasan harus dilalui dengan kondisi banjir,” terang Hendra.

Selain itu, Hendra menegaskan pihaknya juga menyiapkan langkah-langkah mitigasi pasca-pelaksanaan Pemilu, termasuk evakuasi barang-barang logistik dan pengamanan surat suara agar tetap sah. Hal ini penting untuk mencegah potensi sanggahan hasil pemungutan suara.

“Meskipun pada saat pemilihan suara itu sukses, misalnya pada hari itu tidak terjadi apa-apa, namun pascanya tiba-tiba cuaca hujan deras dan banjir, kita harus juga bisa membantu evakuasi barang barang logistik untuk mengamankan surat suara tersebut,” ucap Hendra. (C/Mawar)