Hasil Sirvey Capai 93,7 Persen, Pelanggan Puas Atas Kinerja PDAM

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar merilis survey hasil kepuasan pelanggan yang dilakukan oleh Cv. Putra Kallolo Utama.

Direktur Utama PDAM Makassar Beni Iskandar mengatakan, sirvey kepuasan pelanggan atas kinerja PDAM mengalami kenaikan yakni sebesar 93,7 persen dari tahun 2022 yang hanya 89 persen.

Baca juga:

Camat Ujung Pandang Dampingi Bunda Paud Kota Makassar Keliling TK Paud

Kenaikan hasil survey kata Beni sapaan akrab Beni Iskandar menjadi pertanda bahwa PDAM Kota Makassar tetap bekerja dan selalu memberikan pelayanan maksimal ke masyarakat.

“Dengan tagline alirkan pengabdian, kita tidak akan berhenti melakukan inovasi dalam memajukan perusahaan ini,” kata Beni, Senin (12/2/24).

Meski begitu, Beni mengaku tak ingin berpuas diri. Beberapa hal kata dia, perlu ditingkatkan untuk memperoleh hasil yang ditargetkan oleh Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto.

Baca juga:

Update Terbaru Kekeringan di Makassar, Kini 8 Kecamatan Terdampak Darurat Air

Ia mengungkapkan, kapasitas produksi PDAM kota Makassar dari 5 instalasi pengolahan air bersih sebesar 3100 liter/detik. Mestinya, untuk mengcover kebutuhan air masyarakat kota Makassar, PDAM memerlukan 2 tambahan instalasi pengolahan air bersih.

“Pelanggan aktif kita sekarang ada diangka 180 ribu pelanggan. Pelanggan non aktif ada 30rb pelanggan , jadi kurang lebih ada 200rb pelanggan,” ujarnya.

“Kalau sesuai kebutuhan masyarakat, PDAM harus membangun lagi 2 instalasi pengolahan air bersih dan itu kita wacanakan tahun sejak tahun 2022, untuk wilayah timur kota Makassar kapasitas 1 x 500 liter / detik , kemudian untuk Makassar bagian Selatan Barombong 2 x 50 liter per detik. Mudah-mudahan di tahun 2024 semua semua itu sudah kita wujudkan,” tambahnya.

Alhasil, pihaknya membutuhkan kurang anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk membangun 2 instalasi pengolahan di wilayah timur dan wilayah selatan kota Makassar.

“Kami sudah dapat investor untuk membangun 1×500 di tengah kota, yang mungkin sumber airnya berasal dari Sungai Tallo. Nilai investasinya diatas 500 miliar dengan sistem BOT (Build Operate And Transfer). Biasanya kerjasamanya durasi 30 tahun,” ucap Beni. (C/Mwr)