Perjuangan ASN Korban Nonjob Belum Usai, Pj Sekprov Sulsel: Ada Pertek Lanjutan, Kita Lantik Kembali

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Perjuangan ASN NonJob/Demosi/Mutasi (NJDM) era kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman belum usai. Masih banyak dari mereka belum kembali ke jabatan semula.

Pj Sekprov Sulsel, Andi Muhammad Arsjad menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali melakukan pelantikan apabila terdapat Pertimbangan Teknis (Pertek) lanjutan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI.

Baca juga:

Harga Beras di Sulsel Naik, Ternyata ini Penyebabnya

“Tentu sekali lagi sesuai Pertek, kita sesuaikan dengan Perteknya, iya (kita tunggu Pertek selanjutnya), kita sesuai prosedur, kita melihat kedepan seperti apa,” ujar Arsjad, Selasa (6/2/2024).

Yang jelas kata Arsjad yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulsel, Pemprov Sulsel akan mengikuti dan tidak akan mengubah ketentuan dari instruksi BKN RI.

“Yang jelas apa yang kita lakukan tidak mengubah apa yang ada di Pertek,” bebernya.

Baca juga:

Ombudsman Sesalkan BKD Sulsel Tak Hadiri Panggilan: Undangan Sejak Pekan Lalu

Salah satu ASN NJDM yang telah berjuang namun belum dilantik adalah Juru Bicara ASN NJDM itu sendiri yakni Aruddini. Sekira tinggal 3 bulan lagi sebelum mantan Kabid Lalin Dinas Perhubungan Sulsel itu pensiun, ia harap dapat kembali ke posisinya semula.

“Saya secara pribadi belum mendapatkan undangan (pelantikan) tetapi insya Allah akan kembali sebelum saya pensiun,” ujarnya.

Tetapi dengan pelantikan tersebut menjadi sejarah baru di Sulsel dan rujukan baik agar kedepannya nanti tidak akan ada ASN yang diperlakukan dengan semena-mena.

“Kami melihat peristiwa ini kami anggap bahasakan sangat sakral, dan yang kami saksikan mudah-mudahan bisa dipertahankan dan lebih baik. Kami berharap adek kami kedepan tidak akan terjadi kasus berulang siapapun nasib pimpinan nya,” tegasnya.

Sebelumnya, Pj Gubernur Sulsel telah melantik 86 ASN di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel pada Jum’at 2 Februari 2024 lalu. 39 diantaranya merupakan ASN NJDM, selebihnya merupakan efek domino. (B/Fadli)