Seorang Tahanan Kasus Pencabulan Anak di Lapas Parepare Kabur Saat Salat Isya

PAREPARE, INIKATA.co.id – HR bin HM salah satu tahanan di Lapas Kelas IIB A Parepare melarikan diri. Tahanan kasus pencabulan anak di bawah umur itu kabur diduga saat Salat Isya pada Senin (29/1/2024).

Kaburnya warga binaan itu dibenarkan oleh Kepala Lapas Kelas IIB A Parepare, Totok Budiyanto. Ia mengatakan bahwa petugas jaga baru menyadari tahanan tersebut kabur setelah para tahanan hendak dimasukkan ke dalam kamar setelah salat Isya berjemaah.

Baca juga:

OTK yang Tembak Empat Nelayan di Konawe Selatan Diduga Oknum Polisi

Totok menjelaskan, kronologi pelarian dari warga binaan tersebut itu terjadi pada pukul 19.45 (WITA) setalah salat Isya. Karena setelah salat Isya para warga binaan itu dimasukkan ke dalam kamar namun salah satu warga binaan tidak ada .

“Iya, baru disadari ketiga petugas jaga hendak menyuruh warga binaan ke dalam kamarnya tapi saat itu bersangkutan sudah tidak ada,” kata Totok kepada wartawan, Selasa (30/1).

Setelah kejadian itu kata Totok, pihaknya langsung mencari HM. Ternyata tahanan kasus pencabulan anak di bawah umur itu kabur dengan memanjat tembok kawat berduri dengan menggunakan kain untuk memanjat tembok itu.

Baca juga:

Manjat Tembok, Tiga Napi Anak di Maros Kabur

“Posisinya ternyata dia melakukan pelarian melalui tembok dengan menggunakan kain (untuk memanjat tembok),” jelasnya.

Saat berhasil memanjat tembok, HR lalu merusak kawat berduri tersebut hingga tangan dan kakinya terluka. Setelah itu HR lalu kabur ke area perkebunan untuk melarikan diri.

“Warga binaan tersebut membuka kawat duri dalam kondisi setelah pasca kejadian dalam kondisi luka. Yaitu luka dari kaki dan juga dari tangannya karena disitu ada bekas-bekas darah dari kaki maupun dari tangannya,” jelas Totok.

“Saya juga merasa kasihan dengan warga binaan tersebut, Karana dalam kondisi luka dia harus memperjuangkan diri untuk melarikan diri. Sampai melompat tembok, sampai titik (jejak) darahnya itu menyebrang ke jalan menuju area perkebunan,” sambungnya.

Imbauan Kalapas Kelas II A Parepare

Atas kejadian itu, Totok pun berharap warga binaannya tersebut segera menyerahkan diri. Kepala Lapas Kelas II A Parepare itu pun berjanji akan mengobati luka yang dialami warga binaannya itu jika ia bersedia menyerahkan diri.

“Saya berharap dari warga binaan tersebut untuk menyerahkan diri karena dalam kondisi dia terluka jangan sampai lukanya tambah parah. Kalau menyerahkan diri pasti kita rawat. Karena apa, warga binaan adalah bagian dari anak didik kami yang perlu kami perhatikan dan perlu kami junjung tinggi hak asasi manusianya,” sebutnya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum maupun masyarakat jika melihat tahanan kabur tersebut untuk segera melapor kepada pihak Lapas Kelas II A Parepare.

“Dan juga bagi aparat penegak hukum maupun masyarakat apabila mengetahui warga binaan tersebut dengan ciri seperti di foto (yang akan disebar) untuk segera memberikan informasi positif kepada kami,” terangnya.

Selain itu, lanjut Totok, apabila keluarga dari tahanan kabur tersebut mengetahui keberadaan HR, untuk segera menginformasikan atau menyerahkan tahanan kabur tersebut.

“Kepada pihak keluarganya yang saat ini mengetahui keberadaannya segera menginformasikan ke kami. Insya Allah kami tidak akan apa-apakan yang bersangkutan, karena dia masih dalam proses pembinaan kami,” pungkasnya.