Tanggapi Wacana Sekolah Virtual ala Pemprov Sulsel, Pengamat Ingatkan Tantangan Pembelajaran Praktik

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Wacana sekolah lingkup SMA dan SMK berbasis virtual pertama yang digagas Penjabat Gubernur Sulsel, untuk membantu anak-anak yang putus sekolah melanjutkan pendidikannya menjadi sorotan.

Pengamat Pendidikan dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Arismunandar berpandangan bahwa gagasan ini memang baik tapi perencanaannya harus matang termasuk menyiapkan platform pembelajaran yang berkualitas.

Baca juga:

Pemprov Sulsel Siapkan Bantuan 18 Kapal Nelayan, Gubernur: 15 Unit Dibuat di Bulukumba

“Saya kira Ide baik untuk anak putus sekolah namun perlu disiapkan platform pembelajaran yang baik supaya menu pembelajaran tetap tercukupi bagi siswa dengan standar kompetensi yang sama dengan siswa reguler,” ujar Prof Arismunandar, Selasa (30/1/2024).

Tetapi yang harus dipikirkan ialah pembelajaran bukan hanya soal teori tetapi juga praktik. Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulsel itu menekankan agar pemerintah harus memikirkan juga terkait pembelajaran yang sifatnya praktik.

“Masalah yang mungkin muncul adalah bagaimana pembelajaran praktik di laboratorium atau di bengkel bagi SMK karena membutuhkan keterampilan khusus yang sulit kalau hanya teori melalui online,” bebernya.

Baca juga:

Pj Gubernur Sulsel Rencana Serahkan TPI Paotere ke Pemkot Makassar

Gagasan tersebut disampaikan Bahtiar di hadapan seluruh Ketua OSIS se-Sulsel, Kepala UPT Dinas Pendidikan Sulsel dan jajaran Forkopimda Sulsel, pada pelaksanaan Deklarasi Pemilu Damai, di Ruang Pola Kantor Gubernur, Senin (29/1/2024).

Bahtiar menjelaskan, sekolah virtual ini dulu namanya sekolah terbuka. Saat ini sekolah virtual menjadi hal yang paling dibutuhkan bagi anak-anak didik, terutama yang putus sekolah atau belum sempat selesai sekolah.

“Kita akan melakukan pengembangan sekolah virtual di seluruh daerah di Sulsel,” ungkap Bahtiar.

Di era saat ini, sekolah virtual atau online menjadi trend tersendiri di negara-negara maju. Untuk itu, Sulsel harus menjadi daerah pertama melakukan itu, untuk mendukung pertumbuhan SDM di Sulsel.

“Dulu sekolah terbuka tidak dilirik, tapi sekarang yang paling maju. Kita juga akan membangun SMP Virtual atau terbuka di seluruh Sulsel,” tuturnya.

Pj Gubernur Sulsel berharap agar Dinas Pendidikan menyiapkan SDM khusus sebagai tim pengajar di sekolah virtual tersebut. Guru adalah profesi yang sangat mulia, sehingga tidak ada alasan untuk tidak menambah SDM guru di sekolah-sekolah di Sulsel.

“Guru adalah profesi yang sangat mulia sekali, terimakasih semua sudah hadir, baik tenaga pendidik, pegawai maupun staf di Dinas Pendidikan Sulsel,” ucapnya. (B/Fadli)