Dana BOS SMA/SMK/SLB di Sulsel Dianggap Masih Minim

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Dinas Pendidikan (Dinkes) Sulsel mencatat penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SMA/SMK/SLB akan dilakukan secara dua tahap di tahun ini dengan jumlah total Rp500 miliar lebih.

Kasubag Keuangan Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Iksan Sanusi menyampaikan tahap 1 diperkirakan akan tersalurkan pada Januari 2024, besarannya sekitar 278 Miliar.

Baca juga:

Pj Gubernur Sulsel Minta ASN Maksimalkan Program Tanam Cabai

“Kemungkinan besar bulan ini tersalurkan. Sesuai dengan data aplikasi penyaluran dana bos itu untuk tahap salur pertama di 278 milyar, terdiri dari bidang SMA SMK SLB dan swasta yang mendapatkan hibah dana BOS,” jelas Iksan, Kamis (18/1/2024).

Ia merinci di tahap pertama, SMA akan mendapatkan Rp175 Miliar lebih, SMK 93,165 Miliar lebih dan SLB 166 Miliar lebih. Dana ini akan dibagikan kepada 573 SMA Negeri dan Swasta, 379 SMK dan 89 SLB.

Lebih lanjut, merujuk data dari Kementerian Keuangan kata Iksan, Dana Bos masih dalam status menunggu Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).

Baca juga:

LPJ Tahun 2023 Belum Rampung, Dana BOS Tahap I Ratusan SD di Luwu Belum Cair 

“Terkait penyalurannya nantinya di aplikasi status sudah salur tetapi belum masuk rekening sekolah karena belum terbit SP2Dnya,” terangnya.

Biasanya penyaluran terjadi dua kali. Estimasi tahun ini ada sekitar Rp500 Milyar lebih Dana Bos akan tersalurkan untuk SMA/SMK/SLB.

“Biasanya dua kali penyaluran, tapi bisa tiga (kali), (sekitar) 500an milyar (di tahun 2024), tahun 2023 juga 500an Milyar,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Pemerhati Pendidikan Sulsel, Adi suryadi Culla mengatakan anggaran dana BOS sebesar Rp500 miliar lebih untuk kondisi pendidikan di Sulsel masih terbilang minim.

“Kalau Anggaran kan untuk porsi pendidikan harusnya dapat porsi yang besar karena justru selama ini anggaran itu belum mencukupi. Kalau saya masih banyak pendidikan yang ditangani apalagi pengembangan guru dan infrastruktur,” tegasnya.

“Iya dukungan anggaran saya kira pasti (lebih dimaksimalkan),” sambung dia.

Pasalnya kata dia, masih banyak dukungan anggaran yang harus didorong terutama menyangkut pengembangan guru dan fasilitas sekolah.

“Baik itu berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia, terutama guru maupun berkaitan dengan sarana prasarana sekolah. Kelihatannya anggaran itu harus lebih maksimal lagi. Dan diharapkan tetap sasaran agar sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.
(B/Fadli)