Marak Penipuan Berkedok Kenaikan Tarif Transaksi, BNI Imbau Nasabah Berhati-hati

INIKATA.co.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau (BNI) mengimbau kepada para nasabah untuk berhati-hati dengan kejahatan pembobolan rekening dengan modus penipuan berkedok kenaikan biaya transaksi mengatasnamakan BNI, yang disebar melalui aplikasi pesan elektronik, email, dan media sosial.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan, BNI tidak memiliki rencana untuk menaikan tarif transaksi antar bank.

Baca juga:

Jalur Poros Maros-Bone Akan Ditutup Sementara

Oleh karena itu, dia menegaskan informasi yang mengatasnamakan BNI tersebut adalah hoax dan merupakan upaya penipuan.

Okki mengingatkan nasabah untuk tetap berhati-hati, dan tidak membuka link atau tautan attachment yang mencurigakan, yang dikirim melalui email atau pesan WhatsApp dari alamat dan nomor yang tidak dikenal.

“Harap selalu berhati-hati. Selalu pastikan untuk melakukan pemantauan berkala dengan mengaktifkan notifikasi transaksi dan cek riwayat rekening,” kata Okki melalui keterangan tertulisnya, Selasa (9/1/2024).

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap akun media sosial yang mengatasnamakan BNI.

Menurut Okki, penting bagi nasabah untuk selalu melakukan verifikasi keaslian surat atau pemberitahuan yang diterima dengan menghubungi saluran resmi BNI yang telah terverifikasi.

Untuk informasi lebih lanjut dan konfirmasi, lanjut Okki, nasabah dapat menghubungi saluran resmi BNI melalui Whatsapp ke nomor 08115881946, Instagram ke akun @bni46 (centang biru), Twitter: @BNI (centang kuning) atau @BNICustomerCare, email: bnicall@bni.co.id, TikTok: @BNI46 (centang biru), dan YouTube ke BNI-Bank Negara Indonesia.

“BNI mengimbau nasabahnya untuk tetap waspada terhadap upaya penipuan dan kejahatan digital serta tidak memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak terpercaya. Kehati-hatian dalam bertransaksi dan menjaga keamanan data pribadi adalah langkah yang penting untuk melindungi diri dari ancaman kejahatan digital,” pungkas Okki. (*)