Sulsel Harus Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Dua Kali Lipat di 2024

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Sulawesi Selatan (Sulsel) didorong agar pertumbuhan ekonomi pada 2024 harus jauh lebih tinggi dua kali lipat hingga 9 persen. Ini diharapkan sesuai dengan potensi sumber daya yang dimiliki Sulsel.

Pengamat ekonomi Unhas, Prof Hamid Padu mengatakan Sulsel mempunyai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jauh lebih tinggi dari rata-rata 5 hingga 6 persen.

Baca juga:

9 Orang Laki-laki Rampok Toko Gucci

“Kalau mau pertumbuhan di Sulsel mendekati wilayah di Jawa yang sudah jauh makanya kita harus dua kali pertumbuhan mereka. Kalau selama ini kita hanya bertumbuh di 5-6 persen, Mustinya kita harus bisa bertumbuh 9 persen untuk provinsi, atau minimal bisa 7 sampai 8 persen,” kata Prof Hamid, Selasa (2/1/2024).

Prof Hamid menegaskan, tidak mustahil jika pertumbuhan ekonomi bisa mencapai hingga 9 persen. Semuanya itu tergantung kepiawaian dari seorang pemimpin.

“Kita berharap ada pemimpin di Sulsel yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi dua kali lipat di Sulsel untuk memburu ketertinggalan wilayah-wilayah lain di Jawa,” tuturnya.

Baca juga:

Jelang Nataru 2024, Pedagang di Sulsel Diminta Gas-Rem Distribusi Kebutuhan Pokok

“Bisa atau tidak itu tergantung persiapannya kalau kita mau loncat lebih tinggi kan kita siapkan landasannya untuk mencapai, kalau landasan tinggi kita akan mencapai lompatan yang tinggi,” lanjutnya.

Upaya pertumbuhan ekonomi bisa tembus hingga 9 persen kata dia, dengan memastikan dan menyiapkan infrastruktur di segala aspek. Karena pergerakan ekonomi saat ini harus jelas landasannya.

“Kalau mau lompatan pertumbuhan tinggi di Sulawesi Selatan ya harus berhabis-habisan persiapkan infrastruktur. Jalan tolnya dibuat, kereta apinya diselesaikan, bendungannya diperbanyak dan infrastruktur lainnnya dengan demikian ekonomi akan lancar dan akan terdongkrak,” paparnya.

Menurutnya, kebijakan seorang pemimpin menjadi salah satu faktor pertumbuhan ekonomi itu bisa melompat dua kali lipat. Seperti kemudahan perizinan di sektor investasi.

“Persoalan infrastruktur seperti lainnnya sarana prasarana kebijakan perizinan, sarana prasarana itu harus didobol persiapannya, dengan begitu kita akan dapat lompatan tertinggi,” bebernya.

Disamping itu, Guru besar Unhas ini mengatakan bahwa pemerintah juga harus memastikan kebutuhan dasar dalam pembangunan ekonomi harus betul-betul tersedia.

“Persiapkan airnya lebih baik karena tidak ada pabrik kalau kita tidak ada air yang cukup, pabrik itu membutuhkan air. Mendorong juga pertumbuhan ekonominya, dan juga pelabuhan kita mestinya bisa menjadi operasional harus main internasional,” tandasnya.

Lebih lanjut, Prof Hamid mengatakan bahwa Sulsel di 10 tahun lalu pernah mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Dia berharap agar pencapaian itu dapat kembali di 2024.

“Dulu kita (Sulsel) pernah capai di 8 persen. 10 tahun yang lalu kita masih sampai 8,5 persen, iya yang kita mau dorong kembali. Karena dulu pertama dibuka pelabuhan, dibuka bandara internasional tapi sekarang tidak ada lagi tambahan-tambahan seperti itu tapi hanya perbaikan,” pungkasnya.

Sementara Bank Indonesia Perwakilan Sulsel (BI) memprediksi perekonomian provinsi di tahun 2024, dapat tumbuh di presentase 4,75 persen hingga 5,5 persen.

“Angka ini diproyeksikan lebih tinggi dibanding tahun 2023 sebesar 4,5 sampai 5 persen,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel, M Firdauz Muttaqin.

Firdaus mengatakan, investasi masih akan tinggi 2024 karena pengeluaran pemerintah bertambah seiring dengan banyaknya kegiatan yang akan terselenggara tahun depan termasuk Pemilu 2024.

Selain itu, tahun depan ekspor diperkirakan melambat tapi mungkin perputaran domestik masih tetap terjaga, sehingga ekonomi 2024 optimis lebih tinggi dibandingkan 2023.

Dia menjelaskan kalau permintaan domestik tahun depan akan semakin tinggi sehingga inflasi diperkirakan akan melambat. Sasarannya akan turun menjadi 2,5 persen +1 dari 3 persen +1 di tahun 2023.

“Keuntungan lain yang akan menunjang ekonomi juga dari banyaknya sektor yang akan berkembang. Seperti sektor pengelolaan yang akan meningkat. Hilirisasi nikel juga akan berdampak terhadap industri,” ujarnya.

Sementara sektor pertanian akan kembali terakselerasi. Sektor barang dan jasa juga akan semakin gemilang dan menunjang perekonomian Sulsel terus menguat.

“Karena itu kami optimistis pertumbuhan ekonomi di daerah ini akan terus bertumbuh dengan mencermati sejumlah indikator di lapangan,” tandas Firdaus. (B/Fadli)