Awal Tahun 2024, Danny Pomanto Tekankan Empat Hal untuk ASN Pemkot Makassar

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memimpin apel pagi hari pertama kerja pasca libur Tahun Baru 2024, di Halaman Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (2/1/2024).

Dalam arahannya, Danny Pomanto menekankan empat hal dalam menyongsong tahun baru 2024 yang harus lebih baik dari tahun sebelumnya.

Baca juga:

Pemkot Makassar Lakukan Pembinaan Mental dan Rohani pada Manusia Silver

Keempat hal tersebut kata Danny, adalah soal pembenahan SDM lingkup Pemkot Makassar. Bahwa dalam waktu dekat, kata Danny, akan melakukan penyegaran untuk memaksimalkan kinerja ASN Pemkot Makassar.

“Sekdis atau kabid kalau saya mau tahu raportnya di mana pasti kepala dinasnya saya tanya. Sekcam dan lurah juga begitu, pasti camat yang saya tanya. Maka harus taat kepada pimpinan,” tegas Danny Pomanto.

Yang kedua soal Pemilu. Pihaknya meminta seluruh ASN untuk netral dalam dalam pelaksanaan pesta demokrasi itu. Tidak ikut terlibat dalam politik praktis, termasuk menugaskan para camat dan lurah untuk menyukseskan Pemilu 2024.

Baca juga:

Karlos-Barani, Duet Kuat di Pilkada Jeneponto 2024

“Soal Pemilu harus semua netral dan ajak orang atau masyarakat ke TPS sukseskan Pemilu,” tegasnya.

Kemudian yang ketiga, tahun ini Pemkot Makassar memiliki banyak gedung baru yang sementara dibangun. Seperti Makassar Government Center (MGC) yang akan difungsikan mulai Februari mendatang.

“Dengan gedung yang baru, dengan gedung yang modern, saya berharap kita dapat meningkatkan kinerja kita. Harus ada perubahan sikap,” tutur Danny Pomanto.

Dan terakhir, Wali Kota dua periode ini menekankan kebersihan kota. Dimana tahu kata Danny, akan menggalakkan kampanye LISA atau Lihat Sampah Ambil.

Tahun ini, Danny ingin kebersihan kota tidak lagi bertumpu pada petugas kebersihan, tapi juga karena pelibatan masyarakat yang semakin sadar akan kebersihan kota.

Apalagi 2024, pihaknya ingin menjalankan penegakan hukum soal kebersihan kota. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang secara sadar membuang sampah di sembarang tempat.

“Di pendidikan, kita harus ajarkan anak-anak kita untuk tidak rantasa, sedini mungkin kita berikan pemahaman untuk hidup bersih,” tutupnya.