Harga Beras di Sulsel Naik, Ternyata ini Penyebabnya

INIKATA.co.id – Bulog Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mengungkapkan kondisi pasar saat ini mengalami kenaikan. Sehingga berdampak pada stabilitas harga beras.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar, Muhammad Imron Rosidi menuturkan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp9.900 per kg, kini sudah naik Rp10.500 hingga Rp10.800 per kg.

Baca juga:

Puji Vonis Hakim untuk Bharada E, Mahfud MD: Hakim Punya Keberanian dan Objektif

“Kita usahakan sebesar-besarnya. Cuman kondisi pasar ini tambah naik terus, iya harga pasar naik,” ucap Imron, Kamis (17/8).

Menurutnya, kenaikan harga ini disebabkan atas tingginya permintaan tapi tidak sesuai dengan ketersediaan beras.

“Yang pertama karena suplai dan demand karena suplai nya sudah mulai berkurang nah tunggu panen ini,” ungkapnya.

Selain itu, panen kali ini secara kuantitas tidak sebanyak seperti panen pertama. Ditambah lagi, lanjut dia, masa panen tidak berjalan serentak.

“Panennya tidak serentak, dan panen ini memang tidak sebesar panen yang pertama,”imbuhnya.

Apalagi, kata Imron para pengusaha beras sudah banyak menyampaikan permintaan sehingga pihaknya harus memastikan ketersediaan dapat berjalan dengan baik.

“Sementara ini pelaku usaha sudah masuk, itu Dimana-mana jadi akhirnya barang itu seolah-olah jadi rebutan,” terangnya.

Salah satu upaya yang dilakukan Bulog, menurutnya harus membangun komunikasi dan pemahaman yang baik dengan para mitra agar permintaan harga pun dapat disesuaikan.

“Kalau harga Bulog nya Rp9.900 HPP nya makanya kita mudah-mudahan teman-teman mitra ini kan kita ambil hatinya lah, kita ketuk hatinya untuk kebutuhan masyarakat, tapi namanya pengusaha nda mau rugi sementara pasokan terbatas,” pungkasnya. (fdl)