Pendidikan Pemilih, KPU Makassar Sasar Kelompok Nelayan

INIKATA.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar  melaksanakan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Menuju Pemilu 2024 di Komunitas Nelayan, Kecamatan Ujung Tanah, Sabtu (22/7/2023).

Didampingi PPK dan PPS Kecamatan Ujung Tanah, Tallo dan Bontoala, Peserta yang hadir berjumlah kurang lebih 100 orang dari nelayan dan HNSI Kota Makassar.

Baca juga:

PKS Optimis Menang di Takalar

Sebagai rangkaian kirab pemilu, sosialisasi di kampung nelayan merupakan salah satu agenda diantara 7 titik sosialisasi. Ujung tanah adalah kecamatan dengan jumlah pemilih dalam DPT 25.265.

Anggota KPU Makassar, Endang Sari mengayakan saat kni masyarakat harus membuktikan cintanya ke Indonesia dengan memberikan hak suaranya. Hal ini menurutnya sebagai bentuk kasih sayang kepada bangsa.

“14 Februari bukan hanya hari kasih sayang, tetapi juga hari kasih suara, jadi mari kita membuktikan kasih sayang kita kepada Indonesia dengan cara memberikan suara. Satu suara sama berharganya dengan satu suara warga negara yang lain.” Ujarnya Minggu, (21/7/2023)

Baca juga:

28 November, Pendaftar PPK KPU Makassar Tembus 1.311 Orang

Endang menyebut, Pada kegiatan ini para nelayan diingatkan untuk mempersiapkan diri menjadi pemilih dengan cara aktif Cek DPT di kantor lurah masing2. Atau cek DPT online di aplikasi/web cekdptonline.kpu.go.id . Selain tetap dibantu tim KPU, PPK dan PPS di Lokasi.

“Peserta sosialisasi langsung dibantu oleh tim KPU Makassar dan PPK serta PPS untuk mengecek langsung di lokasi acara apakah sudah terdaftar di DPT atau belum,”

KPU Makassar juga berpesan agar pemilih aktif mencari tahu siapa yg akan dipilih. karena pemilih diberi kewenangan oleh negara, untuk memilih siapa yg berkenan di hati. KPU Makassar juga meminta nelayan untuk tidak menggadaikan suara.

“Jangan jual suara karena satu suara menentukan nasib kota ini, provinsi ini, negara ini dalam lima tahun ke depan.  KPU mengingatkan untuk menjaga Persatuan dan kesatuan bangsa di atas segalanya. Pemilu 2024 adalah sarana integrasi bangsa. Bukan untuk tercerai-berai, tapi untuk mempererat bangsa,” Pungkasnya. (Awal)