Ini Cara Atasi TBC Menurut dr Udin Malik

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Penanganan Tuberculosis (TBC) menjadi salah satu fokus pendampingan yang dilakukan Forum Kemanusian Kota Makassar (FKKM) melalui kegiatan deteksi/screening.

Seperti yang dilakukan pada Kamis, 20 Juni 2023. FKKM turut andil dalam kegiatan deteksi/screening TBC di Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate.

Baca juga:

Grebek Stunting, Fatmawati Rusdi Ingatkan Perhatikan Pola Asuh Anak

Dalam kegiatan tersebut, Ketua FKKM dr Udin Malik menjelaskan dan memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa TBC merupakan penyakit menular yang menyerang tubuh manusia, khususnya paru-paru. Penularannya dapat berupa batuk atau bersin.

Penyakit menular ini, kata dia, ditandai dengan batuk, demam, berat badan menurun kurang dari 60%-80% dari berat badan normal, nyeri dada, dan nafsu makan yang menurun.

dr Udin Malik yang merupakan penggagas program Dokter Kita (Dokter Keliling Bertanya) itu juga menekankan bahwa TBC bukan penyakit guna-guna, penyakit keturunan, atau penyakit kutukan.

Baca juga:

Masyarakat Antusias Hadiri Diskusi Stunting Tingkat Kelurahan

“Sebab, TBC bukan hanya paru-paru, tetapi bisa menyerang tubuh lainnya. Kakak saya dulu kena TBC otak, dan pengobatannya dengan obat TBC ini sangat berefek kuat (obat keras), makanya harus sesuai dengan aturan dokter, tidak boleh dijamak. Alhamdulillah setelah rutin berobat, akhirnya sembuh,” ujar dr Udin Malik.

Olehnya itu, Alumni Fakultas Kedokteran Unhas 2013 yang meraih predikat Summa Cumlaude dengan IPK 4.00 itu menyampaikan bahwa kunci penanganan TBC adalah disiplin dalam berobat.

Maka dari itu, dr Udin Malik meminta orang yang terkena TBC harus ditangani dengan baik. Sementara untuk penderita, dr Udin mengimbau agar jangan malu untuk memeriksakan diri supaya orang-orang di sekitar bisa terhindar.

“Perhatikan gejalanya, kalau gejalanya batuk berarti TBC-nya di paru-paru. Kalau dia di kulit, maka gejalanya ruam. Kalau dia di tulang, maka tulangnya juga yang sakit. Tapi gejala pada umumnya sama. Adapun lama pengobatannya tergantung metabolisme tubuh. Saya sangat apresiasi semangat masyarakat Balang Baru optimis untuk zero TBC” kata dr Udin Malik.

Pada kesempatan itu, dr Udin Malik juga menyampaikan pentingnya memiliki BPJS atau KIS untuk mempermudah biaya pengobatan. Selain itu, juga menyampaikan pelayanan Jamkesda.

“Penyakit TBC tidak bisa ditangani satu orang saja, harus diberikan obat berkala dan dijaga bersama. Jangan lupa siapkan BPJS atau KIS, jangan tunggu sakit baru mau dibuat bapak ibu” tegas dr Udin Malik.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta antusias bertukar pengalaman dan informasi tentang TBC. Peserta yang pernah terjangkit berbagi cerita dapat sembuh dengan selang waktu 6-8 bulan selama berobat total.

Tidak ingin melewati kesempatan tersebut, dr Udin Malik juga menyampaikan program Dokter Kita sebagai ruang konseling dan pemeriksaan kesehatan untuk masyarakat. (*)