Dewan Soroti Capaian RPJMD Jelang Berakhirnya Masa Jabatan Gubernur Sulsel

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dibawah kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman (ASS) yang akan berakhir pada 5 September mendatang disoroti DPRD Provinsi Sulsel.

Sebelumnya, Pemprov Sulsel mengakui bahwa masih terdapat tiga indikator utama kinerja dari hasil RPJMD yang belum tuntas dikerjakan, dua diantaranya ialah pendidikan dan infrastruktur.

Baca juga:

Upaya Penuhi Kebutuhan Air Minum Warga, Dinas PU Makassar Bangun SPAM di Kelurahan Bulorokeng

Anggota DPRD Sulsel, Arfandy Idris mengatakan bahwa Gubernur Sulsel dipastikan sulit untuk mengejar indikator kinerja dengan sisa waktu satu bulan lebih.

“Nda ada yang (mau digenjot), karena waktu to, nda ada gunanya, tidak bisa menyulap sesuatu, nda mungkin, menuju ke capaian RPJMD,” kata Arfandy Idris, Selasa 18 Juli 2023.

Menurutnya, optimisme Pemprov Sulsel untuk menuntaskan ketertinggalan pendidikan dan infrastruktur dinilai sudah terlambat, karena di waktu yang tersisa tidak mungkin dapat dilakukan.

Baca juga:

Gubernur Andi Sudirman Raih Penghargaan dari Humas Indonesia Karena Populer dan Berkinerja Nyata

“Kalau mau mengejar visi misi terlambat, na itu butuh waktu kan, masa tinggal satu bulan mau mencapai visi misi,” ungkapnya.

Selain pendidikan dan infrastruktur, politisi Golkar ini pun menyentil reformasi birokrasi Pemprov Sulsel yang tidak pernah berjalan sempurna atau ditempatkan oleh pejabat definitif selama ASS menjadi Gubernur Sulsel.

“Katanya dia lakukan job fit, jadi eselonnya ini yang dimutasikan jadi bukan lelang jabatan, itu bisa cepat. Dia kan sudah lakukan itu, termasuk pengisian jabatan lowong, satu indikatornya to,” terangnya.

Dia mengaku pesimis jika masalah pendidikan dapat dituntaskan karena kebijakan Pemprov Sulsel hingga saat ini kurang maksimal dan menyasar pada persoalan pendidikan.

“Pendidikan itu kan kaitan dengan lama sekolah, dan harus ada komitmen benar, maksudnya harus ada komitmen jelas berkaitan dengan pencapaian tujuan, kalau memang itu benar mau dilakukan ya harus jelas kebijaksanaannya,” imbuhnya.

“Jadi kita dorong itu karena Gubernur ini berkahirnya 5 September. Bagaimana caranya mau digenjot kalau tidak ada perubahan kebijakan,” pungkasnya.

Terpisah, Pengamat Pemerintahan Unhas, Sukri Tamma mengatakan kesempatan untuk menggenjot pembangunan yang sudah tertuang dalam RPJM tinggal menghitung bulan. Hal ini, lanjut dia, tentu sangat bergantung pada akselarasi Pemprov Sulsel.

“Kalau kita bicara RPJMD kan targetnya sampai 5 tahun terkahir, sampai di masa berkahirnya Andi Sudirman di bulan September. Berarti kalau terfokus pada RPJMD maka tentunya tinggal 2 bulan arah kebijakan yang dikawal, maka efektif tidak efektif ya hanya tinggal 2 bulan,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulsel, Setiawan Aswad mengatakan dari 9 indikator, masih terdapat kurang lebih dua hingga tiga indikator untuk mewujudkan visi misinya Gubernur Sulsel yang belum tercapai.

“Capaian visi misinya ya, kan ada beberapa sasaran utama atau indikator kinerja utama akhir tahun masa jabatan Gubernur, itu kita sudah evaluasi yang mana yang harus dikuatkan,” kata Setiawan Aswad yang juga menjabat sebagai Plt Bupati Takalar.

Ia menambahkan, ada beberapa kalau tidak salah ada tiga indikator yang belum tercapai, salah satunya dinas pendidikan itu yang belum tercapai, jadi kita upayakan semua yang belum tercapainya itu kita akselerasi di akhir tahun masa jabatan Gubernur Sulsel.

Dalam aspek pendidikan lanjut Setiawan, masalah krusial yang dihadapi Pemprov Sulsel saat ini ialah anak-anak yang tidak sekolah.

“Dinas pendidikan misalnya indeks pendidikan itu sangat dipengaruhi oleh angka rata-rata mau sekolah dan harapan lama sekolah, yang paling krusial disitu adalah anak-anak tidak sekolah,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, pihaknya akan membangun koordinasi dengan pemerintah kabupaten kota untuk mengentaskan jumlah anak yang tidak sekolah.

“Tahun ini kita mencoba akselerasi itu kemudian sama dengan kabupaten kota, mudah-mudahan nanti di akhir terjadi peningkatan,” sambung Setiawan.

Sementara untuk infrastruktur, ia mengatakan akan melakukan akselerasi untuk menggenjot pembangunan di sektor transportasi hingga jalan agar dapat sesuai dengan target sebelum berakhirnya Andi Sudirman sebagai Gubernur Sulsel.

“Yang kedua itu indeks layanan infrastruktur, itu yang belum tercapai juga, mudah-mudahan dengan pelaksanaan infrastruktur di tahun ini, itu kan sudah proyeksikan mudah-mudahan mencapai target,” bebernya.

“Kalau infrastruktur kan layanan utamanya transportasi, infrastruktur air minum juga salah satunya, dan tentu saja di tahun ini adalah memastikan bahwa apa yang dikerjakan itu bisa difungsionalkan di tahun depan,” sambung dia.

Terpisah, Pj Sekprov Sulsel, Andi Darmawan Bintang membenarkan bahwa masih ada tiga indikator utama Pemprov Sulsel yang belum dituntaskan jelang masa berkahirnya jabatan Andi Sudirman Sulaiman.

“Memang betul indikator utama ada tiga yang belum tercapai, pertama mengenai pendidikan, yang kedua infrastruktur dan ketiga itu indeks kinerja pemerintahan yang belum kita dapat, kita maunya A,” tuturnya.

Menurut dia, saat ini Pemprov Sulsel berupaya menggenjot sektor pendidikan dan infrastruktur melalui penganggaran agar dapat dimaksimalkan di tahun ini.

“Infrastruktur itu salah satunya berkaitan dengan sepanjang jalan provinsi dan kedua berkaitan dengan pelabuhan penumpang, kalau Pelabuhan penumpang sudah diserahkan,” kata dia.

“Kalau untuk indeks pendidikan, kalau saya tidak salah angka anak sekolah, makanya kita tetap genjot di pembiayaan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Darmawan menyebutkan bahwa indikator utama ini merupakan ukuran pencapaian atas visi misinya Gubernur Sulsel jadi harus direalisasikan.

“Ada 9 indikator utama, di dalam 9 itu ada 3 yang belum tercapai. Jadi ini indikator utama salah satu ukuran pencapaian visi misi, ini yang mau dituntaskan,” tuturnya. (fdl)