Soal Jembatan Kayu Akses Bili-bili, BBWS Pompengan : Pernah Diusulkan Anggaran Tapi Ditolak

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang angkat bicara terkait jembatan kayu yang menjadi akses Desa Bilik-bili menuju Kecamatan Sapaya dan Tompobulu, Kabupaten Gowa.

Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha BBWS Pompengan Jeneberang, Matnasir mengatakan bahwa sejak tahun 2020 pihaknya telah mengusulkan anggaran ke pusat untuk dilakukan perbaikan. Jembatan tersebut memang dibangun oleh BBWS untuk memudahkan akses masyarakat ke Bilik-bili.

Baca juga:

Analisa Penuh Dendam Sebut Danny Jadi Tersangka PDAM, Akademisi: Tendensius, Kerdil dan Dangkal

“Jembatan itu memang kita yang bangun dulu, di tahun 2020 kami coba mengusulkan anggaran ke pusat untuk dilakukan perbaikan namun ditolak,” kata Matnasir saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (18/7/2023).

Ia menjelaskan, sejak jembatan tersebut rusak pada 2019 lalu, pihaknya kemudian mengajukan usulan tapi ditolak.

“Kita mengajukan anggaran untuk melakukan itu (Perbaikan) akan sulit itu, pernah kita mengusulkan tapi kan ditolak,” jelasnya.

Baca juga:

Jembatan Kayu Akses Bili-bili Sulit Diakses Warga, BBWS Pompengan Tegaskan Tak Bisa Perbaiki

Sebelumnya, DPRD Sulsel blak-blakan bahwa terkait keluhan masyarakat sekitar perihal kondisi jembatan itu, telah dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 12 Mei 2023 lalu dengan mengusulkan agar BBWS Pompengan Jeneberang sebagai pemilik aset melimpahkan ke pemerintah kabupaten Gowa untuk dikelola dan dilakukan perbaikan.

“Sudah pernah RDP ini. Ini aset balai pompengan, Jadi harus balai serahkan dulu ke pemerintah daerah mau provinsi atau kabupaten Gowa baru bisa dibenahi,” ujar Ketua Komisi D DPRD Sulsel, A. Rachmatika Dewi.

“Karna nda bisa kami berbuat kalau balai nda serahkan asetnya, dan kami sudah minta baik balai pompengan dan balai jalan untuk sebisa mungkin carikan jalan perbaikan ini jembatan,” jelasnya.

Diketahui, baru-baru ini jembatan kayu tersebut kembali viral di media sosial karena dikeluhkan warga. (fdl)