Ditengah Kelangkaan Pupuk Subsidi, Gubes Unhas : Penggunaan Pupuk Organik Strategi yang Tepat

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Keterbatasan untuk memperoleh pupuk subsidi saat ini menjadi polemik di masyarakat yang diiringi dengan mahalnya harga pupuk non subsidi. Salah satu penyebabnya adalah akibat krisis gas eropa serta konflik yang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina.

Menyikapi hal tersebut, pupuk organik menjadi solusi yang tepat bagi para petani, pasalnya, selain murah pupuk organik juga sangat mudah untuk dibuat oleh para petani.

Baca juga:

Kisruh Perbaikan Jembatan Kayu Akses Bili-bili, BBWS Jeneberang : Statusnya Tanggap Darurat

Hal tersebut turut senada dengan Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) ‪Prof Dorothea Agnes Rampisela‬, menurutnya pupuk organik sangat mudah dijangkau oleh para petani.

“Pupuk organik itu mudah dibuat dari sisa jerami, sisa-sisa tanaman, semua bisa dipakai bahkan sampah dapur juga bisa,” ungkap Prof Agnes dalam keterangan tertulis yang diterima Inikata.co.id, Jumat (7/7/2023).

Selain itu, kata dosen Departemen Ilmu Tanah Unhas ini, kondisi lahan atau tanah para petani berada dalam kondisi yang sudah memburuk, hal ini dikarenakan sudah terlalu sering menggunakan pemupukan kimia yang merusak unsur hara dalam tanah tersebut.

“Jadi begini sekarang sebenarnya ya kondisi lahan kita, lahan padi itu berada dalam kondisi yang sudah jenuh berapapun pupuk ditambahkan sebenarnya hampir tidak ada pengaruhnya lagi, karena sudah kekurangan bahan organik,” paparnya.

Lanjut Prof Agnes, jika petani rajin memberikan pupuk organik, maka kebutuhan serta ketergantungan akan pupuk kimia akan perlahan berkurang.

“Petani cukup setengahnya saja (menggunakan pupuk kimia). Jadi memang harus diusahakan untuk menggunakan pupuk organik lebih banyak,” kata Prof Agnes.

Oleh karena itu, kata Prof Agnes, mendorong penggunaan pupuk organik merupakan strategi yang lebih baik dan tepat bagi para petani.

“Kalau dia (petani) punya bahan organik cukup maka dia tidak perlu banyak pupuk kimia yang digunakan, sedikit saja sudah berpengaruh dan pupuk organik itu mudah dibuat sendiri oleh petani, jadi itu memang satu strategi yang lebih baik menurut saya ya,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta petani menggunakan pupuk organik, karena pasokan pupuk kimia kurang atau sangat terbatas. Selain itu kata Mentan SYL, hasil pertanian yang menggunakan pupuk organik juga cukup bagus.

“Pupuk organik harus menjadi bagian, selalu saja orang terbiasa oleh pupuk kimia yang subsidi itu. Dan ini saya ingin ingatkan pak kadis seluruh kota dan kabupaten jangan main-main dengan pupuk, pasti saya masukan ke penjara,” katanya dalam forum diskusi bertajuk Meskipun El Nino Bisa Panen, Selasa 4 Juli 2023 lalu. (Jo)