Perkuat Gotong Royong, Kendalikan Stunting Lewat 1 Anak 1 Warung Makan Pengaplikasiannya

INIKATA.co.id – Mengendalikan stunting sulit terealisasi maksimal tanpa gerakan bersama. Prilaku gotong royong perlu diperkuat.

Hal itu yang ditekankan dalam Focus Group Discussion (FGD) Stunting di Kelurahan Bantomakio dan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Kamis (6/7).

Baca juga:

Tindak Lanjuti Hasil RDP dengan Pejabat Korban Nonjob, DPRD Bakal Panggil BKD dan KASN

Diskusi tersebut menghadirkan Ketua Forum Kemanusian Kota Makassar (FKKM), dr Udin Malik, Satgas Stunting Kota Makassar, Sarina S.KM, dan Syarifuddin.

Salah satu yang didorong untuk menerapkan gotong royong tersebut adalah melalui program 1 Anak 1 Warung Makan. Program yang saat ini dicatat Bappeda sebagai inovasi Pemkot Makassar, ide yang digagas oleh Ketua FKKM, dr Udin Malik.

“Inovasi ini terinspirasi dari sedekah Jumat. Konsepnya sedekah dari warung-warung yang didata dan diaplikasikan jadi setiap hari. Jadi, bukan hanya berkahnya di hari Jumat namun setiap hari,” ujar dr Udin Malik.

Baca juga:

Olymplast, Pandawara Group, Dokter Kemanusiaan Serta Ratusan Warga Tallo Ikut Angkat Sampah

Hal itu efektif dan sudah terbukti di Kelurahan Ballaparang. “Selama 3 bulan intervensi, alhamdulillah menunjukan hasil positif. Bahkan ada anak keluar dari status stunting,” katanya.

Dari kegiatan ini, porsinya tidak perlu mewah. Cukup telur, nasi, dan sayuran.

“Dari program ini juga menunjukan bahwa tidak sekadar memberi makanan, tetapi ada pemantauan pola asuh langsung. Itu karena setiap anak yang didampingi juga ada relawan yang mendampingi langsung,” bebernya.

Alumni Fakultas Kedokteran Unhas 2013 yang meraih predikat Summa Cumlaude dengan IPK 4.00 tersebut menyampaikan bahwa inovasi 1 Anak 1 Warung Makan menjadi program menghapuskan pandangan terkait stunting yang jika terdeteksi tidak bisa dikendalikan.

“Jika terdeteksi stunting pada anak 2 tahun ke bawa itu bergantung dari intervensinya. Ibarat naik mobil dan jalan kaki,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Stunting bisa terkendali jika dilakukan ibaratnya naik mobil.
Anak2 stunting dikejar naik mobil itu adalah di kasi susu, diperiksa berkala, dikasi makanan yang berkecukupan gizi, dan tindakan lainnya.

Bukan memberikan pembagian tanpa pendampingan. Sebab itu tidak efektif, karena hasil pembagian itu bukan hanya untuk anak stunting malah semua anggota keluarganya.

“Itulah dasar kita buat program 1 Anak 1Warung Makan,” ucapnya.(**)