Final Liga Champions Pertemukan Duo Striker Argentina, Siapa yang Terbaik?

INIKATA.co.id – Pertandingan final Liga Champions antara Manchester City kontra Inter Milan menyajikan duel dua penyerang Argentina. Mereka adalah Julian Alvarez kontra Lautaro Martinez.

Di pertandingan final Liga Champions yang digelar di Ataturk Olympic Stadium, Turki, Minggu (11/6) dini hari ini, keduanya mengusung motivasi bersama tim masing-masing.

Baca juga:

PSM Perpanjang Kontrak Akbar Tanjung, Posisi Gelandang Bertahan Tak Tergantikan

Alvarez, yang digadang-gadang sebagai penerus Lionel Messi, memiliki ambisi membawa Manchester City meraih gelar Liga Champions untuk pertama kalinya.

Sementara Martinez tak mau kalah. Walau mendapat kesempatan minim, baik bersama timnas Argentina maupun Inter, pemain berusia 25 tahun itu punya motivasi tak kalah besar untuk memberikan kontribusi besar bersama I Nerazzurri di final nanti.

Kondisi itu sebenarnya tak jauh berbeda dengan Alvarez, karena dirinya lebih banyak memainkan perannya sebagai pemain pelapis Erling Haaland.

Baca juga:

Prediksi Belanda Vs Argentina: Messi dkk Lebih Diunggulkan

Namun, melihat kontribusi 17 golnya di semua kompetisi musim ini bersama Man City, Alvarez tentu saja layak untuk mendapatkan kesempatan menjadi starter di pertandingan final nanti.

Yang jelas, pertandingan final nanti akan menjadi penentu siapa pemain terbaik asal Argentina. Alvarez yang baru musim ini membela The Citizens, atau Martinez yang sudah pengalaman membela Inter.

Man City tentunya lebih diunggulkan untuk memenangi laga nanti, walau Inter tak bisa dianggap remeh setelah memastikan tiket ke final. The Citizens memang punya kedalaman skuad lebih baik, tapi Inter punya statistik yang bisa meredam permainan Man City.

Inter tercatat menghasilkan delapan kali cleansheet alias tak kebobolan selama mengikuti Liga Champions musim ini. Fakta itu tentu saja membuat Inter percaya diri menghadapi Man City di Istanbul nanti.

Walau begitu, Man City punya motivasi berlipat jelang laga tersebut. Motivasi mendapatkan treble (menyamai torehan Manchester United pada 1999) menjadi landasan mereka untuk meraih hasil terbaik di final nanti.

Karena itu, Pep Guardiola telah merancang strategi sebaik mungkin. Dia ingin menjadi pelatih pertama setelah Sir Alex Ferguson yang bisa melakukan itu (meraih treble). (JawaPos/Inikata)