Wawali Makassar Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD Terhadap Ranperda APBD 2022

INIKATA.co.id – Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi mewakili wali kota Makassar menyampaikan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Makassar terhadap rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat paripurna yang dilakukan di kantor DPRD Kota Makassar, Rabu (7/6/23).

Baca juga:

Balitbangda Makassar Siapkan Layanan Inkubator untuk Pembinaan Inovasi OPD

“Perkenankan saya pada kesempatan yang berbahagia ini menyampaikan Terima kasih dan penghargaan kepada dewan yang terhormat, khususnya yang telah menyampaikan  pemandangan umum atas fraksinya, ” kata Fatmawati.

Tak lupa pula, Fatmawati mengucapkan Terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh anggota dewan, atas pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPD Kota Makassar TA 2022.

“Pemerintah Kota Makassar mengucapkan Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para anggota dewan. Hal tersebut merupakan bukti keseriusan dan komitmen bersama dalam mewujudkan transparansi bagi pengelolaan uang dan barang milik daerah, ” lanjutnya.

Baca juga:

Andi Pahlevi Akan Buat Laporan Tertulis Terkait Keluhan Warga ke Dinas Terkait

Sementara terkait saran Anggota Dewan Apiaty K Amin Syam selaku Jubir Fraksi Golkar terkait pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA 2022 agar selalu diperhatikan, kata Fatma hal itu sejalan dengan keinginan pemerintah Kota dan akan selalu menjadi pencermatan dalam penyusunan Ranperda APBD di masa yang akan datang.

“Pihak eksekutif akan senantiasa menjunjung tinggi landasan hukum dalam setiap penyusunan peraturan, baik itu regulasi di tingkat pusat maupun regulasi daerah, ” katanya.

Di lain sisi, atas tanggapan Arifin Dg Kulle dalam hal ini Jubir Fraksi Partai Demokrat terkait pendapatan daerah tahun 2022 yang terdiri dari pendapat asli daerah, pendapatan transfer, dan lain-lain yang sah telah terealisasi sebanyak Rp. 3,58 Triliun serta melebih target 89,99%.

Adapun pendapatan asli daerah yang dipisahkan terealisasi sebesar Rp. 1,41 Triliun dari target Rp. 1,71 triliun lebih, melihat capaian yang belum terealisasi 100 persen, maka perlu adanya optimalisasi pendapatan asli daerah.

Untuk itu, Fatmawati menjelaskan bahwa pemerintah kota makassar senantiasa berusaha secara maksimal untuk melakukan inovasi di bidang pendapatan daerah.

“Baik melalui proses intensifikasi dan ekstensifikasi penerimaan pendapatan daerah dan tentunya kami sangat berharap adanya dukungan dan kontrol dari anggota dewan yang terhormat sehingga pendapatan daerah dapat direalisasikan sesuai dengan apa yang diharapkan, ” harapnya.

Mengakhiri penyampaian nya, Fatmawati berharap pembahasan selanjutnya mampu berjalan lancar sesuai harapan.

“Dengan mengedepankan semangat keterbukaan serta semangat kemitraan yang harmonis antara pihak eksekutif dengan pihak legislatif, saya sangat berharap pembahasan tahapan selanjutnya mampu berjalan lancar, ” tutupnya.(Afni)