Mayat Perempuan yang Ditemukan di Jurang Ternyata Mahasiswi Universitas Surabaya

INIKATA.co.id – Reskrim Polrestabes Surabaya berhasil menyingkap misteri mayat perempuan dalam koper yang ditemukan di Pacet, Mojokerto, pada Rabu (7/6). Setelah diidentifikasi di RSUD Soetomo pada Rabu malam, ternyata mayat itu bernama Angeline Nathania (AN).

Berdasar informasi yang dihimpun JawaPos.com, AN berkuliah di Ubaya (Universitas Surabaya). Saat dikonfirmasi ke salah satu pihak di bagian humas, dia membenarkan jika AN memang berkuliah di Ubaya. Namun, lanjut dia, AN saat ini tidak berstatus sebagai mahasiswa aktif.

Baca juga:

Polda Sumut Tetapkan AKBP Achiruddin jadi Tersangka Kasus Gudang BBM Ilegal

”Mohon maaf, kami mencoba kooperatif, namun di sistem kami saat ini memang mahasiswa tersebut statusnya MSS (Mundur Studi Sementara),” tutur pihak Ubaya yang dihubungi JawaPos.com (grup fajar.co.id).

Saat ditanya lebih jauh, pihak tersebut memilih untuk bungkam. Dia mengatakan, belum bisa memberikan keterangan karena mengikuti alur dari kepolisian.

”Nanti kalau Polrestabes sudah rilis, Ubaya akan mengikuti,” terang dia.

Baca juga:

Kadis Kominfo Makassar : CCTV Berfungsi, Hanya Jaringannya Terputus

AN dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polrestabes Surabaya pada 3 Mei. Polisi lantas bergerak cepat. Setelah melakukan penyelidikan, korban ternyata ditemukan tewas di dalam koper di Pacet, Mojokerto.

”Pelaku guru les (musik) korban,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Pasma Royce.

Pasma menuturkan, pelaku pembunuh mahasiswi Surabaya tersebut berinisial R. Polisi mengendus aksi R sebagai pelaku setelah petugas menyelidiki dari beberapa aspek. Salah satunya rekaman CCTV dari apartemen korban.

”Saat ini, kami masih dalam penyidikan lebih lanjut. Kami akan paparkan segera hasil penyidikan,” terang Pasma.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Haryoko Widhi mengatakan, tubuh korban ditemukan tepat di jurang kawasan Pacet, Mojokerto. Dia menyebutkan, kondisi tubuh korban utuh. Tidak dimutilasi.

”Informasi awal, korban dicekik lalu dimasukkan koper,” ujar Haryoko Widhi saat dikonfirmasi JawaPos.com.

Motif awal, pelaku merasa sakit hati terhadap ucapan korban. Haryoko menyatakan, pihaknya berjanji dalam waktu dekat memaparkan hasil pemeriksaan R oleh Reskrim Polrestabes Surabaya. (Fajar/Inikata)