Jadi Pemateri Dialog Kerukunan, Mardiana Rusli Bilang Begini

INIKATA.co.id — Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Mardiana Rusli sampaikan tiga konflik yang kerap terjadi dalam kontestasi pemilu.

Hal itu ia sampaikan saat jadi pemateri dialog ‘Kerukunan’ yang diselenggarakan dalam rangka ‘Festival Waisak 2023’ di Mall Phinisi, Jumat (2/6).

Baca juga:

Tim Pembela Prabowo-Gibran Sambangi Gedung MK, ini Tujuannya

Adapun konflik yang paling mendominasi, kata Mardiana yakni politik identitas. Mardiana menilai konflik identitas cukup membahayakan, pasalnya melibatkan agama, rasa, suku hingga identitas.

“Mengapa politik identitas sangat membahayakan karena agama, ras, kelompok dan mereka main di ranah itu. Dan hal itu digunakan untuk memecah belah,” katanya.

Selain politik identitas, Menurut Mardiana transaksi politik uang juga  berpotensi untuk memecah belah.

Baca juga:

Bawaslu Pertanyakan Alasan Pemprov Kurangi Anggaran Pilgub

Sayangnya, kata dia ‘money politik’ tidak hanya menyasar pada masyarakat namun kerap melibatkan tubuh penyelanggara.

“Kita merasa transaksi politik uang tidak hanya pemilihnya, tapi tubuh penyelenggara. Gangguan seperti ini dibutuhkan peran pemuka  agam untuk mengingatkan kita kembali. Untuk menjauhkan transaksi,” lanjutnya.

Konflik terakhir yang juga terjadi yakni disinformasi. Bagi Mardiana, hal ini menjadi tantangan besar meski belum memasuki tahap kampanye.

“Saat ini banyak yang melakukan kampanye, meski jadwalnya belum ada kampanye. Tapi mereka menyampaikan di media sosial bahkan narasinya itu tidak mencerdaskan tapi mendiskreditkan kandidat lain,” katanya.

Melihat tiga masalah ini, Mardiana menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama dalam menyukseskan pemilu 2024 nantinya.

“Tugas kita bersama adalah  membawa untuk mendorong proses pemilu  ini lebih baik, berintegritas dan bermartabat,” pungkasnya.(Afni)