AS dan Jepang Tingkatkan Kerja sama Militer

INIKATA.co.id – Peluncuran satelit mata-mata Korea Utara (Korut) memang menuai kecaman. Menyusul tindakan Korut tersebut, Amerika Serikat (AS) dan Jepang sepakat meningkatkan kerja sana militer trilateral dengan Korea Selatan (Korsel).

Dilansir dari ANTARA, menurut laporan Kyodo News, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin bertemu Menhan Jepang Yasukazu Hamada di Tokyo untuk membahas peningkatan kerja sama militer. Austin tiba di Tokyo dalam lawatannya ke empat negara: Jepang, India, Prancis, dan Singapura.

Baca juga:

RUU Larangan Pembakaran Al Quran di Denmark Disahkan

Kedua menhan sepakat untuk meningkatkan kerja sama dengan Korsel dan Australia dan memperkuat kemampuan pencegahan dan respons mereka, termasuk kemampuan menyerang target di wilayah musuh, menurut laporan itu.

“AS akan mengambil langkah yang dibutuhkan untuk melindungi keamanan negaranya dan negara-negara sekutunya,” kata Kyodo mengutip Austin dalam konferensi pers bersama.

Hamada mengatakan bahwa Jepang dan AS tidak akan menolerir “upaya sepihak untuk mengubah status quo”.

Baca juga:

Indra Sjafri Pastikan Pemainnya Siap Hadapi Timnas Korea Utara

Jepang dan Korsel merupakan sekutu dekat AS di kawasan itu.

Pada Rabu, Korut meluncurkan roket peluncur satelit jenis baru “Chollima-1” yang jatuh di perairan Laut Barat Korea.

AS, Jepang, dan Korsel mengecam keras peluncuran Korut tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.

Menanggapi kerja sama militer AS-Jepang yang mengacu pada “paksaan China”, juru bicara Kementerian Luar Negeri China pada Kamis mengatakan bahwa itu bukan paksaan China, melainkan paksaan AS.

“China selalu meyakini bahwa kerja sama militer harus kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional, dan tidak seharusnya menargetkan pihak ketiga atau merugikan kepentingan pihak ketiga,” kata Global Times mengutip juru bicara tersebut. (JawaPos/Inikata)