Marak Kekerasan Terhadap Anak, Legislator Yeni Bilang Begini

INIKATA.co.id — Kasus kekerasan terhadap anak di tahun 2023 di Makassar semakin tinggi.

Belum lagi kasus bullying siswi MAN 2 Makassar yang santer dibicarakan di media sosial.

Baca juga:

Imigrasi Makassar Gagalkan 2 WNI yang Nyaris Jadi Korban TPPO di Kamboja

Hal tersebut mendapat respon dari salah satu Anggota DPRD Kota Makassar, Yeni Rahman.

Dia menilai, pola asuh orang tua perlu di tekankan dalam upaya menurunkan angka kasus kekerasan terhadap anak.

“Di pola asuh dari awal orang tua harus jelaskan ke anak anak ketika dia berumur 10 tahun itu harusnya dia harus dipisahkan, kamarnya harus terpisah terus anak perempuan setiap dia keluar kamar dia harus berpakaian sopan,” katanya.

Baca juga:

Hendak Melarikan Diri dari Polisi, Pelaku Curas Ini Dapat Hadiah Timah Panas

Tak hanya itu, Legislator dari fraksi PKS ini juga menekankan pembatasan sosial media.

Menurutnya, saat ini beberapa anak mulai kecanduan berselancar di sosial media tanpa adanya pengawasan.

” Kedua ini juga m, media sosial yang tidak ada regulasinya pengaturannya.  Kita kayaknya lebih banyak kebablasan karena fitur yang ditampilkan di gadget itu tidak terkontrol,” katanya.

Apalagi, bagi Yeni, di era digitalisasi ini akses untuk membuka situs porno mudah dijangkau. Untuk itu, dirinya menekankan agar edukasi penggunaan gadget ditingkatkan.

“Harusnya anak-anak diberikan edukasi bagaimana menggunakan hp dengan bijak ini kan belum. Anak anak belum dewasa sudah dikasi handphone. Kominfo juga itu tidak membatasi yang bisa diakses. Belum kita lihat situs yang tidak bagus bisa dilihat anak-anak,” katanya.

Selain memberi edukasi penggunaan gadget, legislator dua periode ini juga mengatakan, pihaknya akan mendorong kegiatan edukasi parenting.

“Pastinya akan mendorong kegiatan itu lebih banyak parenting harusnya mudah mudahan ada anggaran untuk memberikan pelatihan ibu-ibu terkait pola asuh,” pungkas Yeni.(Afni)