Tolak Perluasan Tambang PT Vale di Blok Tanamalia, Petani Merica Aksi Pasang Spanduk

INIKATA.co.id – Belasan petani merica melakukan aksi pemasangan spanduk bertuliskan tolak tambang di beberapa desa di Kecamatan Towuti, Luwu Timur. Aksi ini merupakan bentuk penolakan petani merica terhadap rencana perluasan tambang nikel PT VALE Indonesia di Blok Tanamalia atau di Pegunungan Lumereo.

Spanduk penolakan aktivitas eksplorasi PT Vale Indonesia di Blok Tanamalia terpajang jelas di beberapa ruas jalan utama di Desa Ranteanging, Loeha, Tokalimbo, Masiku, dan Bantilang. Spanduk yang bertuliskan ‘Petani Lada Melawan dan Tolak Tambang’ ini merupakan bentuk ekspresi penolakan keras masyarakat, petani, pemuda, dan perempuan atas eksplorasi PT Vale Indonesia di perkebunan merica milik masyarakat Loeha Raya.

Baca juga:

Camat Sangkarrang Adakan Halal bihalal dengan Pegawai dan Warga

Syamsul, pemuda yang juga petani merica, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk penolakan keras kami terhadap aktivitas eksplorasi dan rencana perluasan tambang PT Vale Indonesia di Tanamalia.

“Secara pribadi dan mewakili petani merica di Loeha Raya, saya menolak keras perluasan tambang nikel PT VALE Indonesia di Pegunungan Lumereo atau yang mereka sering sebut Tanamalia Selain itu kami minta agar kegiatan eksplorasi PT Vale Indonesia di kebun merica petani dihentikan,” ujar Syamsul, Senin (15/5/2023).

Dengan terpajangnya spanduk penolakan di beberapa titik ruas jalan utama lima desa di Loeha Raya, maka saat ini kami menyatakan dengan tegas menolak kegiatan eksplorasi pertambangan nikel PT Vale Indonesia di Blok Tanamalia.

Baca juga:

Tidak Jalankan ESG, WALHI Sulsel Desak PT Vale Indonesia Hentikan Eksplorasi di Blok Tanamalia