Dewan Sulsel Minta PUTR Segera Kerjakan Jalanan Rusak

INIKATA.co.id – Wakil ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif menghadiri kegiatan Rapat dengar Pendapat (RDP) dalam rangka tuntutan ikatan pemuda pelajar mahasiswa Simbuang Mappak (IPPEMSI).

Dalam rapat tersebut IPPEMSI meminta untuk pengerjaan jalan Simbuang Mappak segera dilakukan penanganan karena kondisi jalan yang sudah kategori darurat yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan yang terletak di Desa/Lembang Makkodo, Kecamatan Simbuang Tana Toraja dan beberapa titik lainnya.

Baca juga:

DPRD Ungkap Ada Rencana Pemprov Sulsel “Diam-diam” Ingin Lakukan Refocusing Anggaran Rp240 Miliar

“Kami sampaikan kepada adik adik Mahasiswa bahwa DPRD Sulsel akan mengawal tuntutan tersebut untuk segera meminta pemerintah provinsi untuk melakukan pengerjaan dan ada beberapa anggota DPRD dapil Toraja yang akan mengawal aspirasi tersebut karena memang saat ini kita fokus melakukan pengawasan untuk perbaikan infrastruktur,” katanya.

Syahar yang juga sebagai sekretaris NasDem Sulsel menyampaikan bahwa pada kegiatan RDP banyak juga yang disinggung soal Infrastruktur di Sulsel yang pengerjaanya tidak bagus sehingga melalui aspirasi hari ini pihak DPRD Sulsel meminta kepada PUTR sulsel untuk menyelesaikan secepatnya.

“Ada banyak infrastruktur yang sudah dianggarkan tapi belum pengerjaan diantaranya terkait jalan poros simbuang Mappak di Tana Toraja dan untuk daerah yang belum selesai infrastrukturnya seperti Antang. Kemudian sidrap dan Soppeng yang beberapa ruas provinsi lainnya. Jadi tentu evaluasi kinerja tahun 2022, yang kemarin ada beberapa persoalan. Anggaran yang sudah ada tapi kontraktor yang tidak mampu menyelesaikan yang pada akhirnya terbengkalai beberapa bulan, berdampak ke masyarakat,” tuturnya.

Baca juga:

Temui Gubernur Jateng, Dewan Sulsel Bahas Ranperda Perseroda

Lanjutnya bahwa  jalan keluar diberikan oleh PUTR bahwa akan dikontrak ulang lagi dan bisa dilanjutkan dikerja. Itu yang bermasalah tahun 2022. Seperti jalur di Soppeng juga ke Barru.

“Adapun penganggaran tahun 2022 tadi di rapat kami meminta bersama ketua komisi D supaya cepat dijalankan. Seperti kasus antang ini harus cepat dikasih jalan. Kasihan masyarakat disitu. Kemudian jalur Gowa, Sinjai dan lain-lain,” ujarnya

Untuk wilayah Simbuang memang jalan provinsi yang menghubungkan tanah toraja dan pinrang. Karena itu daerah perkebunan kopi, pertumbuhan ekonomi bagus ke depannya.

“Sudah ada pengerjaan yang terealisasi akan tetapi adek-adek mahasiswa meminta sambungannya. Ini ada anggarannya 17 miliar. Sambungannya sudah ada. Diminta pengawalannya supaya tidak salah-salah pengerjaannya,” tutupnya.(**)