Begini Reaksi Teddy Minahasa Usai Divonis Penjara Seumur Hidup

INIKATA.co.id – Irjen Pol Teddy Minahasa enggan memberi tanggapan saat diminta pendapatnya terkait putusan hukuman penjara seumur hidup terhadap dirinya dari hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Usai ketokan palu dihentakkan hakim tiga kali dan persidangan ditutup, Mantan Kapolda Sumatera Barat itu tampak langsung beranjak dari kursi terdakwa. Ia menghampiri kuasa hukumnya dan bersalaman sambil bercipika-cipiki.

Melihat itu, wartawan yang berada di kursi pengunjung memanggil Teddy untuk memberikan tanggapan atas vonis hakim. “Pak Teddy boleh tanggapannya sedikit, Pak Teddy,” ujar awak media, Selasa (9/5).

Baca juga:

Erick Thohir Buka Suara Soal Utang PSSI Hampir Rp100 Miliar

Alih-alih memberi tanggapan, ia justru melambaikan tangannya dan tampak berbincang dengan Hotman Paris Hutapea. Terlihat beberapa senyuman merekah di bibirnya menanggapi teriakan wartawan.

Ia kemudian mengisyaratkan dengan jarinya agar awak media bertanya kepada tim penasihat hukumnya.

“Dengerin, barusan diperintahkan (Teddy Minahasa) banding, karena putusan hakim kopi paste surat dakwaan jaksa dan repliknya,” teriak Hotman Paris menanggapi pertanyaan wartawan.

Baca juga:

Penangkapan Narkoba Oknum Satpol PP Pemprov Sulsel, Polisi Sebut Amankan 4 Orang

Bersamaan dengan itu, tampak Teddy mengepalkan tangan kanannya dan mengacungkannya ke depan.

Usai mendengar pernyataan Hotman, terdakwa kasus peredaran sabu tersebut kembali memakai masker dan meninggalkan ruang persidangan sambil melambaikan tangan.

Sebelumnya, Irjen Pol Teddy Minahasa divonis hukuman pidana seumur hidup atas kasus peredaran narkotika jenis sabu yang menjeratnya. Hal itu disampaikan Hakim Ketua Jon Sarman Saragih dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup. Memerintahkan terdakwa tetap dalam tahanan,” ujar Hakim Ketua Jon Sarman di muka persidangan, Selasa (9/5).

Menurut hakim, Teddy telah terbukti secara sah dan menyakinkan telah melakukan tindak pidana, turut serta menawarkan untuk dijual, menjual, dan menjadi perantara dalam jual beli, menukar dan menyerahkan narkotika jenis sabu yang beratnya lebih dari lima kg.

“Melanggar Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP,” tegas Hakim. (JawaPos/Inikata)