Pengumpulan Zakat Selama Ramadan dan Idul Fitri di Sulsel Diproyeksi Capai Rp4 Miliar Lebih 

INIKATA.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Selatan memperkirakan jumlah zakat yang terkumpul selama Ramadan dan Idul Fitri 1444 H mencapai Rp4 miliar lebih.

Kepala Bagian Pengumpulan Baznas Provinsi Sulsel, Suhatnam mengatakan zakat dimaksudkan ini terdiri dari zakat fitrah, zakat maal dan infak.

Baca juga:

Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di Bone, Dua Pelaku dan 1 Kg Lebih Sabu Diamankan

“Proyeksi kita dari pengumpulan hari ini kan hampir Rp2 miliar kemudian nanti kita dapat juga dari pemprov baru Al Markaz berikan laporannya ada Masjid Raya, baru dua. Jadi kita proyeksi Rp4 miliar lebih lah,” ujar Suhatnam, Jumat (5/5).

Ia mengatakan, untuk saat ini yang sudah tercatat di Baznas Sulsel hampir Rp3 miliar dan akan dirampungkan pada akhir bulan ini.

“Bahkan yang diperoleh ini hampir Rp3 miliar karena ada yang belum kita catat sebagai Natura. Jadi gubernur kan kumpulkan sembako kita sudah naturakan itu hampir Rp2 miliar lebih, kita belum catat itu, belum final kita masih pencatatan ini. Belum ada laporan final nanti di Rakorda baru dikumpulkan semua itu,” imbuhnya.

Sementara Wakil Ketua II Baznas Makassar Abd Jurlan telah menyalurkan Rp1,8 miliar zakat hasil dari pengumpulan zakat harta hingga pekan terakhir Ramadhan 1444 Hijriah.

Penerima zakat di Kota Makassar tercatat 6.000 orang, tersebar merata di 15 kecamatan. Rinciannya, penyapu jalan atau petugas kebersihan 5.300 orang, prasejahtera 1.530 orang tersebar 10 orang di 153 kelurahan.

“Tapi ada juga untuk mualaf dan ada juga bantuan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) dan difabel itu sekitar 200 orang akan dibagikan pada hari terakhir Ramadhan,” kata dia.

Saat ditanya perbandingan pengumpulan zakat tahun ini dengan 2022, kata dia, tahun ini lebih banyak. Bahkan ada pula orang yang membawa zakat fitrah ke kantor Baznas Makassar.

“Tahun ini lebih banyak lagi, karena sekarang orang zakat fitrah datang di sini. Dulu kita tidak ambil karena itu disalurkan ke masjid. Tapi, sekarang tetap diarahkan ke masjid, karena ada unit pengumpulan zakat (UPZ). Jumlah UPZ kita itu ada 1.200 dari 1.350 masjid yang ada di Makassar,” ungkapnya.

Selain penyaluran zakat fitrah melalui masjid, kata dia, masih banyak pengusaha membawa zakat ke Baznas, salah satunya dari Polres Pelabuhan Makassar dengan nilai Rp21 juta, dalam bentuk zakat fitrah.

Untuk zakat harta atau penghasilan profesi dari Polres Pelabuhan setiap bulan yang terkumpul sekitar Rp36 juta. Zakat itu dipotong dari gaji mereka.

“Tapi, ada juga dari instansi pemerintah lainnya. Intinya, lebih banyak tahun ini. Zakat ini tidak boleh disimpan dan harus disalurkan, karena untuk dana operasional sudah ada dari Pemkot Makassar,” ujarnya.

Wakil Ketua I Baznas Makassar Ahmad Taslim menyatakan target pengumpulan zakat harta selama Ramadhan tahun ini Rp2 miliar hingga Rp3 miliar.

“Target pengumpulan zakat kita itu antara Rp2 miliar sampai Rp3 miliar selama Ramadhan. Kita juga bersyukur tahun ini sudah banyak pengusaha dan instansi yang sadar menyerahkan zakatnya langsung ke Baznas,” katanya. (fdl)