Dapat Respons Positif Tokoh Masyarakat, Ini Tiga Program dr Udin Malik Tangani Masalah Kesehatan, Sosial, dan Pendidikan

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Respons atas gagasan dr Udin Malik di Forum Kemanusian Kota Makassar (FKKM) terus ditunjukan masyarakat. Hal itu ditunjukan tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Rappocini.

Respons tersebut terlihat saat dr Udin Malik mensosialisasikan program Dokter Kita. Juga program pengendalian stunting lewat 1 Anak 1 Warung Makan dan program Makassar Siap Sekolah (Massikola) untuk anak putus dan tidak sekolah, di Karebosi Premier Hotel, Kamis (04/05).

Baca juga:

Mensos Tri Risma Menangis Di Forum AHLF 2023, Ingat Hal Ini

Salah satu Tokoh Masyarakat, M Irfan menyampaikan tiga program tersebut sangat luar biasa.

“Ketiga program itu betul-betul jadi gagasan untuk masalah kesehatan, sosial, dan pendidikan,” ucapnya.

Irfan menyampaikan, bahwa di wilayahnya selain menghubungi langsung 112, juga warga sudah sering menghubungi tim Dokter Kita. Saat ada warga yang sakit atau belum memiliki jaminan kesehatan dan sosial.

Baca juga:

Optimis Makassar Capai Zero Stunting, dr Udin Satu Visi dengan Warga Karunrung

Dalam sosialisasinya, Ketua FKKM, dr Udin Malik menyampaikan bahwa dalam bermasyarakat sangat perlu mengedepankan prinsip gotong royong. Terutama dalam hal kesehatan, pendidikan, dan sosial.

Hal itu disampaikan dr Udin Malik karena telah dibuktikan lewat program-program kemanusian yang dijalankannya.

Misalnya di program Dokter Kita, dr Udin Menjelaskan bahwa ini adalah langkah kepedulian yang dilakukan untuk kondisi kesehatan masyarakat. Dokter Kita atau Dokter Keliling Bertanya ini bergerak dengan begitu sederhana. Relawan datang bertanya, kalau sakit apa yang dilakukan?

Dari situ warga diedukasi bahwa jika ada sakit cukup hubungi 112 atau call center Dokter Kita 082188999822. Bukan hanya saat sedang sakit, tetapi jika belum memiliki jaminan sosial seperti KIS sementara merupakan masyarakat yang pantas mendapatkan maka cukup hubungi Dokter Kita.

“Nah, di program ini tidak bisa berjalan tanpa ada peran masyarakat,” katanya.

Begitu pun jika ada anak yang putus sekolah atau tidak sekolah, bisa hubungi tim Massikola. Saat ini sudah ada 200 lebih anak yang telah dikembalikan sekolah dan didampingi. (*)