Kisah Mahasiswa Asal Gowa yang Terjebak di Sudan: Susah Makan hingga Trauma Suara Bom

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Meletusnya perang yang melibatkan tentara Sudan dan Paramiliter Rappid Support Forces (RSF) di ibu kota Sudan, Khartoum pada Sabtu (15/4/23) lalu, membuat pemerintah Indonesia memutuskan segera memulangkan WNI yang terjebak di sana.

Salah satu warga yang terjebak yakni warga Sulsel. Berdasarkan data yang dipaparkan Kesbangpol, setidaknya terdapat 49 warga Sulsel yang berhasil di evakuasi.

Baca juga:

Terapkan Perda No.4 Tahun 2013, Satpol PP Makassar Yang Tergabung Dalam Satgas KTR Lakukan Sidak di Gedung Kantor Balkot

Salah satunya Mahasiswa asal Gowa, Muhammad Rafly Ardiansyah.

Rafly mengemukakan, pasca awal perang ia bersama rekannya mendengar suara tembakan di depan kediamannya.

“Kondisinya sangat mencekam sekali karena sampai depan rumah tembak-tembakan,” katanya.

Tak hanya suara tembakan, ledakan bom juga turut terdengar lantang di area Ibu Kota Sudan.

“Suara bom di mana mana. Jadi memang sudah tidak tenang tinggal di sana,” keluhnya.

Akibat perang yang berkecamuk, membatasi Rafly untuk beraktivitas seperti biasanya. Aktivitas kuliah diberhentikan sementara.

Rafly yang juga takut keluar rumah, akhirnya berdampak pada persediaan makanan yang kian menipis.

“Untuk makan susah, tidak ada yang bisa beli. Takut orang keluar, di warung juga stok makanan habis,” kisahnya.