Danny Pomanto dan Politisasi Kemenangan PSM Jelang 2024

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Kemenangan PSM sebagai juara BRI Liga 1 tentunya menjadi kebanggaan seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Selatan. Pasalnya, kemenangan tersebut mampu diraih setelah 23 tahun lamanya.

Namun, kemenangan yang harusnya dirayakan dan membanggakan ini tercederai dengan adanya isu saling menyalahkan yang dialamatkan kepada Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

Baca juga:

PSM Kembali Bermarkas di Parepare, Taufan Pawe Minta Stadion GBH Dimeriahkan 14 Januari

Bahkan hujatan dan bully tersebut ramai di platform media sosial. Berbagai cacian pun dilayangkan oleh beberapa oknum suporter.

Bahkan, kejadian tersebut diduga dipolitisasi oleh pihak yang ingin mengambil keuntungan. Olehnya itu, banyak pihak yang menyayangkan adanya kasus tersebut.

Salah satunya dari Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Dr. Firdaus Muhammad, ia menyebutkan kemenangan club kebanggaan masyarakat Sulsel ini tidak seharusnya tercederai dengan isu politisasi.

Baca juga:

Danny Pomanto Pimpin Gladi Upacara dan Pengibaran Bendera Berkonsep Bunga Rampai di Anjungan Losari

“Sejatinya kemenangan PSM tidak dicederai dengan isu politisasi. Ini kemenangan besar dan membanggakan. Harus dirayakan bersama. Bahkan kemenangan PSM patut menjadi motivasi pemerintah melengkapi fasilitas olahraga,” katanya, Senin (3/04/2023)

Sementara Akademisi Unhas, Sukri Tamma bahkan menyebutkan kejadian ini tentunya sangat politis.

“Karena secara elektoral (adanya kejadian ini, red) mampu mendongkrak Munafri Arifuddin dan menjatuhkan pihak yang diserang, seperti Walikota dan Pak Gubernur,” katanya.

Akdamesi Unhas ini juga mengungkapkan bahwa dalam politik elektoral, ada pihak yang ada dibalik PSM sangat diuntungkan.

“Dan pasti meningkat di kalangan supporter PSM. Sementara pihak lain yang diserang pasti dirugikan,” pungkasnya.(**)