Lewat Gerakan Massikola, dr Udin Malik Bangkitkan Harapan Anak Gapai Cita-cita dengan Terus Bersekolah

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Dua anak Makassar saat ini kembali pada harapan menggapai cita-cita. Mereka adalah Jamaluddin (12) dan Sarayana (10) dari Pulau Barrang Lompo Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

Harapan itu kembali dibangkitkan pemuda yang tergabung dalam gerakan Makassar Siap Sekolah (Massikola). Bukti nyata tersebut terlihat saat Founder Massikola, dr Udin Malik hadir dalam sosialisasi 18 Revolusi Pendidikan di Pulau Barang Lompo, Sabtu, (18/03/2023).

Baca juga:

Ini 5 Universitas Terbaik di Indonesia Versi Webometrics, Tak Ada dari Sulsel

Kegiatan tersebut berjalan penuh haru. Sebab, kedua siswa saat dr Udin Malik bersosialisasi turut hadir di depan panggung kegiatan.

Jamaluddin Kelas VI SD Inpres Pulau Barrang Lompo yang terlihat malu-malu menyampaikan betapa bahagianya bisa kembali bersekolah. Sementara Sarayana Kelas IV SD Negeri Pulau Barrang Lompo hanya bisa menangis haru dan tak bisa berkata-kata karena begitu bahagia.

“Semua yang hadir pun merasakan haru tersebut, bagaimana tidak ternyata kedua anak itu punya cita-cita yang mulia. Satu siap menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak dan satunya bercita-cita jadi dokter,” ujar dr Udin Malik.

Baca juga:

3.500 Warga Hadiri Senam Sehat KORMI di Manggala, dr Udin Berbagi Tips Kesehatan Dokter Kita

Pemuda yang pernah dihadiahi The Most Dedicated Volunteers (sukarelawan yang paling banyak kegiatan sosial) 2021 dari lembaga sosial dunia asal Amerika Serikat, America Field Studi (AFS) menyampaikan bahwa harapan dan cita-cita inilah dari anak yang tak boleh dikuburkan.

Maka dari itu, dr Udin Malik mensosialisasikan ke para pendidik dan masyarakat bahwa melalui gerakan Massikola mereka bergerak bagaimna Anak Putus Sekolah (APS) dan Anak Tidak Sekolah (ATS) dapat bersekolah kembali.

Berbagai proses pun dihadirkan, mulai dengan pendampingan terkait kebutuhan hingga menyediakan ruang belajar bagi anak-anak.

Sekadar diketahui, bahwa sebelumnya dari pemuda-pemuda yang bergerak dalam program Massikola tersebut mengetahui bahwa Jamaluddin dan Sarayana tergolong Anak Putus Sekolah (APS) karena masalah tertentu.

Lewat pendekatan yang diberikan dan tim Massikola juga membantu perlengkapan sekolah pada Januari 2023 lalu, akhirnya keduanya bisa kembali bersekolah.