ICRAF Bantu Pemberdayaan Petani 12 Desa di Bone

INIKATA.co.id – International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF) Indonesia bantu 12 Desa Di Bone yang merupakan projek Sustainable Landscape For Climate Resillient Livelihoods (Land4Lives).

Projek ini merupakan kerjasama antara Global Affairs Canada (GAC) atau Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia bersama The International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF) Indonesia  di Kabupaten, Sulawesi Selatan(Sulsel).

Baca juga:

Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Keuangan Rp11 Miliar untuk Pembangunan Masjid Agung Selayar Tahap II

Bupati Bone HA Fahsar M Padjalangi menerima audensi Global Affairs Canada (GAC) atau Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia yang diwakili Head of development cooperation – Global Affair Canada(GAC), Mr Kevin Tokar.

“Selamat datang di Kabupaten Bone, kita berharap para delegasi Duta Besar Kanada lama-lama di Bone agar bisa menikmati suasana Bumi Arung Palakka, Kabupaten Bone,” kata Bupati Bone.

Bupati Bone A Fahsar M Padjalangi mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kanada dan ICRAF atas bantuannya kepada Kabupaten Bone melalui pemberdayaan masyarakat.

“Terima kasih atas bantuan yang telah diberikan di 12 desa terutama bagi masyarakat kami, di 12 desa ini bisa mengedukasi desa lain sehingga bisa menjadi petani yang baik dan benar, kami tetap berharap 12 desa bisa bertambah jumlahnya paling tidak ada keterwakilan desa dari tiap kecamatan untuk program-program kedepan,” kata Bupati Bone.

“Harapan pemerintah daerah dan  masyarakat agar program ini bisa berlanjut sehingga bisa terlihat hasilnya, kita rasakan akhirnya mengedukasi masyarakat menjadi petani yang benar serta menjaga lingkungan,” kata Bupati Bone.

Sementara itu Kevin Tokar menyebutkan program yang didukung oleh Pemerintah Kanada ini untuk meningkatkan kualitas pengolahan lahan pertanian dan sembari menjaga lingkungan.

“Saya melihat langsung bagaimana pengolahan lingkungan dan kerjasama yang kuat antara masyarakat, saya melihat petani sangat ingin belajar bagaimana bisa meningkatkan produksi mereka dan memasarkan hasil pertanian mereka,” kata Kevin

“Bahkan lebih kelangsungan lingkungan ingin melihat anak cucu mereka di masa akan datang, bagaimana kegiatan pertanian ini juga untuk mencegah bencana yang bisa ditimbulkan dengan mengedukasi petani dan memproduksi pupuk organik lebih ramah lingkungan dan mudah di adakan,” tambahnya.

Kevin Tokar mengatakan, perubahan iklim menjadi tantangan sendiri bagi petani. Pihaknya sengaja menggandeng Icraft, karena Icraft ahli dalam menelitu kemajuan pertanian.

“Sebuah kehormatan bagi saya dapat bertemu dengan bapak ibu, saya sangat senang berada di Desa Cabbeng. Sebelumnya kami mengunjungi salah satu desa dan kami juga bertemu dengan petani dan banyak berdiskusi mengenai tantangan pertanian kedepan,” kata Kevin Tokar.

Ia menegaskan, perlu adanya praktik baru dan inovasi , guna membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian dengan cara berkelanjutan.

“Icraft akan mengajari bapak ibu cara bercocok tanam yang baik. Tetapi kami juga mau mendengar saran dari bapak ibu, agar kami ada referensi untuk kemajuan pertanian berkelanjutan,” ucapnya

Sementara itu, Camat Dua Boccoe, Andi Musafir mengapresiasi program Icraft karena menjadikan Dua Boccoe khususnya dua desa sebagai pilot project.

” Memang perubahan iklim ini menjadi tantangan petani. Makanya kita apresiasi adanya Icraft ini yang membantu petani, memberikan pembelajaran, memberikan tambahan ilmu secara praktis langsung ke petani. Agar apa yang menjadi kebiasaan petani kita ini, bisa berubah cara berpikirnya,” ucapnya sembari mendorong kemajuan pertanian di Dua Boccoe.

Kades Cabbeng, M Yasin juga mengaku bersyukur dipilihnya Cabbeng sebagai pilot project Icraft. “Selaku pemerintah desa, saya berharap program Icraft ini membawa dampak besar bagi petani kita, khususnya membantu meningkatkan produktivitas pertaniannya,” ucapnya.

Koordinator kelompok Desa Cabbeng, M. Ansar mengatakan, di desanya ada dua kelompok tani yang dibentuk yakni kelompok tani Malebbi (Perempuan) dan Masseddi (Laki-laki).

“Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah hasil musyawarah dan kesepakatan bersama anatara icraft dan kelompok tani. Poin yang disepakati yaitu merealisasikan pelaksanaan daripada icraft yang merupakan usulan dari kelompok,” kata Ansar.

Ansar juga menyebutkan telah disepakati kebun belajar yang nantinya menjadi lokus pembelajaran bersama.

“Jadi disana nanti fokusnya icraft membina petani,” ucapnya sembari menyebur ada lima komoditi yang akan ditanam. Termasuk cabai, kakao dan kelapa.(lim)