Persiapkan 67 TPS Lokasi Khusus,  KPU Sulsel: Masih Bisa Berubah

INIKATA.co.id –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal menyiapkan 67 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lokasi khusus Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di sejumlah wilayah. Penetapan TPS khusus ini merupakan pertama kalinya dilakukan.

Penetapan TPS khusus ini dimaksudkan untuk mengakomodir para pemilih untuk kategori tertentu yang tidak bisa memilih di lokasi domisilinya. Hal tersebut lantaran pemilih berada di tempat lain saat hari pemungutan suara.

Baca juga:

Amsal Beberkan Kriteria Calon Kepala Daerah Usungan Hanura

“Nah di sulsel itu identifikasi awal kami ada kurang lebih 67 TPS lokasi khusus yang teman teman laporkan tapi itu masih sangat mungkin bertambah,” jelas Koordinator Divisi Data KPU Sulsel Uslimin

“Jumlah TPS khusus ini masih bisa berubah karena menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan, nanti bisa bertambah atau bahkan berkurang,” sambung dia.

Mantan wartawan itu menjelaskan TPS khusus yang dimagsud bakal ditempatkan di lokasi khusus atau lokasi yang banyak pemilih tidak bisa mencoblos di alamat asalnya, seperti rumah tahanan atau lapas.

Lanjut dia, ini bukan diperuntukan bagi warga berkebutuhan khusus seperti difabel/disabilitas. Bahkan bukan juga untuk orang sakit di rumah sakit (RS).

Akan tetapi TPS lokasi khusus ini akan diperuntukan bagi warga binaan di Lapas dan Rutan serta bagi pekerja yang berada di perusahaan seperti tambang, pondok pesantren dan pindahan belum mengetahu lokasi memilih.

“Ada 27 TPS itu tersebar di 21 Kabupaten/Kota di Sulsel karena ada 3 kabupaten/kota yang tidak lunya lapas dan rutan, yaitu Luwu, Luwu Timur dan toraja utara, selebihnya ada semua lapas dan rutan,” terang Uslimin.

Dikatakan, pemetaan TPS adalah langkah awal yang sangat krusial menghadapi regulasi dan keadaan yang baru, di samping itu PKPU 7 ini mengatur TPS lokasi khusus.

Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2022, lokasi khusus ini meliputi rumah tahanan, panti sosial, tempat relokasi bencana, dan daerah konflik. Sekolah berasrama hingga kilang minyak juga masuk kategori lokasi khusus atau bencana lainya.

Jika biasanya pemilih mengurus A5 pindah memilih sekarang tidak harus, sehingga kemudian pemetaan TPS ini dapat maksimal nantinya.

“TPS lokasi khusus diatur PKPU 7 pasal 179. Disebutkan untuk dibuka TPS lokasi khusus. TPS khusus ini untuk mengakomodir tempat-tempat seperti Lapas, rutan, perusahaan, panti jompo, pondok pesantren, dll sehingga dapat melayani pencoblosan tanpa harus mereka mengurus A5 tadi atau kembali ke tempat asal,” tegasnya

Ia menyampaikan unruk pengadaan  TPS lokasi khusus ada syarat dan ketemtuan diatur PKPU. Dimana Pimpinana perusahaan atau pondok Pesantren hingga pimpinan Panti Jompo mengajukan permohonan ke KPU Kab/kota setempat.

“Kemudian selain lapas dan rutan, yang kemungkinan dibuka TPS lokasi khusus adalah di lokasi tambang dan perkebunan, lokasi bencana, kemudian lokasi konflik sosial atau di panti jompo, panti rehabilitasi sosial itu boleh dibuka TPS khusus, atau di kampus-kampus serta asrama yang penghuni asramanya tidak akan mungkin pulang kampung tanggal 18 dan mereka akan tinggal di asramanya sampai hari H itu, itu yang bisa dibuka kan TPS lokasi khusus,” jelasmnya.

Hal ini magsudkan karena pemilik lokasi punya kewajiban untuk menyediakan data di lokasinya yang masuk kategori pemilih.

“Ada konsekuensi, selain menyiapkan data pemilih di lokasi itu, pemilik perusahaan atau pondok siapkan data pemilih. Maka wajib meniyapkan lokasi pembangunana TPS. Sedangkan biaya ditanggung oleh KPU,” ungkapnya.

Jumlah itu dari Data Kependudukan Pemilih Potensial Pemilu (DP4) hasil sinkronisasi KPU RI, untuk 24 KPU kabupaten kota bersama PPK dengan perkiraan 300 pemilih per TPS.

Uslimin menambahkan, dari 68 titik lokasi TPS khusus itu. Belum digabungkan dalam jumlah TPS yang sudah dipetakan sesuai Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) untuk Pemilu Tahun 2024 di Sulsel.

Dimana hasil pemetaan KPU dan 24 Kabupaten/kota jumlah TPS untuk pemilu 2024, total TPS sebanyak 26.218 lokasi di Sulsel.

“Jadi, 67 TPS khusus itu belum masuk di dalam total TPS 26.218 lokasi di Sulsel. Kenap demikian? Karena TPS lokasi khusus berdasarkan de facto pada kenyataannya (fakta). Kalau TPS reguler (umum) sesuai de jure, yang berdasarkan hukum,” ungkapnya.(mg1/rik)