Pemprov Sulsel Didesak Ambil Alih Lahan Konsesi PT Vale di Lutim

INIKATA.co.id – Desakan agar Pemerinah Provinsi Sulsel bersikap tegas dan meminta agar PT Vale yang mengelola area pertambangan nikel di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur (Lutim) untuk melepaskan sebagian konsesinya, terutama area yang sudah dikelola oleh masyarakat terus mengalir dari berbagai pihak termasuk Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulsel.

Baca juga:

Camat Biringkanaya Pantau langsung kinerja Satgas Penyapu di Pagi hari

Direktur Walhi Sulsel, Muhammad Amin mengatakan, konflik masyarakat adat dan pihak perusahaan pertambangan di Luwu Timur dalam hal ini PT Vale tak akan berakhir jika pemerintah tidak bersikap tegas.

Pasalnya, kata dia, ada lahan perkebunan masyarakat yang seharusnya dijaga di sekitaran tambang karena mempunyai nilai penghasilan tanaman yang cukup besar.

“Bagi saya, itu harus ada ketegasan pemerintah untuk PT Vale supaya mau melepaskan konsesinya, terutama area yang sudah dikelola oleh masyarakat. Karena menurut saya, konflik di Sorowako tidak akan hilang sepanjang perusahaan masih egois, masih ngotot mau menguasai konsesi seluas itu. Sudah banyak kegiatan masyarakat adat yang harus dilindungi karena perkebunan masyarakat itu nilainya sangat memuaskan bagi masyarakat,” kata Amin, Selasa (31/1/2023).

Baca juga:

Usai Ramadan, Jusuf Kalla Ajak Umat Islam Tetap Ramaikan Masjid

“Yang juga harus menjadi perhatian dan pertimbangan, daerah di sekitaran tambang itu kan ada masyarakat adat di situ yang sampai sekarang masih hidup dengan kondisi yang memprihatinkan. Sumber air yang tidak ada atau air baku yang minim. Kemudian, perkampungan mereka dipagari. Ini tidak manusiawi. Ada juga lahan-lahan perkebunan masyarakat yang statusnya belum diganti oleh perusahaan (PT Vale),” sambungnya.

Amin menilai, Pemprov Sulsel sebenarnya mempunyai kemampuan untuk mengambil alih dan mengelola area pertambangan nikel di Lutim yang saat ini dikelola PT Vale.

“Secara kemampuan, saya kira seharusnya pemerintah sudah mampu untuk mengelola secara mandiri aset-aset kita, sumber daya alam kita,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, selama ini kontribusi PT Vale di Sulsel terbilang sangat minim dan jauh dari pendapatan yang mereka peroleh.