Belum Lama Beroperasi, Kereta Api di Sulsel Makan Korban

INIKATA.co.id – Kereta Api Trans Sulawesi jalur Makasar-Parepare yang baru dioperasional secara terbatas untuk segmen Garongkong (Barru) – Maros pada 2 Desember 2022 lalu, menelan korban jiwa, Rabu (1/2/2023).

Lasudding (53 tahun), warga di Kabupaten Barru yang merupakan seorang pria berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas (tuna rungu), tewas ditabrak/tersambar kereta api trans Sulawesi tersebut.

Baca juga:

Gubernur Sulsel Tekankan Data Akurat Terbaru Jadi Acuan Kebijakan

Ia tertabrak saat hendak pulang ke rumah usai bekerja di sawah, dan melintas di rel kereta api. Akibatnya, Lasudding meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Meninggal di tempat. Korban adalah seorang disabilitas,” kata Kapolres Barru, Dodik Susianto.

“Saat korban mau nyebrang, tiba-tiba ada kereta api dan tertabrak/tersambar. Diduga dia (korban) tidak dengar (suara klakson), karena tuli,” sambung Dodik.

Baca juga:

Hindari Terjadinya Insiden Seperti di Barru, Rel Kereta Api di Makassar Harus Eleveted

Kejadian ini mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah.

Legislator Partai Demokrat asal daerah pemilihan (dapil) Maros, Pangkep, Barru, Parepare itu meminta pihak PT KAI menugaskan khusus staf atau pegawai yang bertugas mengawasi jalur dan rel kereta api.

“Pertama, kita ikut berduka atas musibah tersebut dan berharap kejadian seperti itu tidak terulang lagi. Karena itu, saya meminta pihak PT KAI menugaskan khusus staf atau pegawai yang bertugas mengawasi jalur dan rel, sehingga kecelakaan bisa diminimalkan,” kata Ni’matullah.