Polisi Sebut 1 Pelaku Pembunuhan Bocah 11 Tahun di Makassar Sudah Dewasa

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Tim Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Makassar menyebutkan salah satu tersangka inisial F dalam kasus pembunuhan bocah 11 tahun asal Kota Makassar berstatus dewasa.

“Salah satu tersangka inisial F itu sudah masuk kategori dewasa, satunya masih dibawah umur,” Kata Kasubbag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Lando, Minggu (15/1/2023).

Baca juga:

Tersangka Korupsi PDAM Makassar, HYL dan IA Diduga Rugikan Negara 20 Milyar

Sementara, Wakasatreskrim Polrestabes Makassar Kompol Muh Jufri Natsir menyebut pekan depan pihaknya bakal melakukan gelar rekonstruksi terkait kasus pembunuhan itu.

“Insya Allah minggu depan rekontruksi dan berkas perkaranya juga di kirim ke JPU,” sebutnya.

Ia pula mengatakan hingga saat ini terus menggenjot penyelesaian berkas perkara dua siswa SMA yang terlibat dalam kasus pembunuhan anak 11 tahun di Makassar dan rencana organ tubuhnya dijual dengan uang Dollar.

Berkas dua tersangka yakni AD (17) dan MF (14) hingga saat ini masih perampungan dan nanti berkas rampung, pelaku kemudian akan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Perampungan berkas perkara kedua tersangka dipercepat mengingat masa penahanan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 undang-undang (UU) 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak untuk kepentingan penyidikan dilakukan paling lama 7 hari dan dapat diperpanjang oleh penuntut umum paling lama 8 hari.

“Saat ini berkasnya dalam perampungan untuk dilimpahkan ke JPU,” sebutnya.

Sebelumnya, FS (10) Bocah 10 tahun menjadi korban pembunuhan usai diculik oleh dua orang remaja masing-masing berinisial AD (17) dan MF (17).

FS sendiri dilaporkan orang tuanya atas kasus kehilangan anak pada Senin (9/1/2023) malam. Namun belakangan korban ditemukan oleh Polisi dalam kondisi meninggal dunia.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto membenarkan, korban masih berusia 10 tahun dan Ditemukan sudah meninggal dunia terbungkus plastik dan dibuang diarea sungai.

“Awal kasus ini berawal laporan kehilangan anak, setelah diselidiki korban ditemukan meninggal dunia sehingga dilakukan pendalaman terkait itu,” Katanya.

Dari hasil penyelidikan identitas dari para pelaku penculikan yang disertai pembunuhan tersebut ditemukan dengan berinisial AD (17) dan MF (14) dan berhasil diamankan oleh Polisi dirumah masing-masing pelaku.

“Para pelaku ditangkap di rumahnya masing – masing dan mereka masih dibawa umur,” ujar Budhi.

Ia mengatakan para pelaku menculik korban lantaran tergiur dengan penjualan organ tubuh yang didapat pelaku dari website dengan harga yang menggiurkan.

“Dari kasus ini, ada beberapa aspek yang menjadi perhatian diantaranya aspek Sosiologi keluarga tersangka ini diwarnai dengan hal-hal negatif, tersangka mengkonsumsi konten negatif Penjualan organ tubuh. Sehingga muncul niat para pelaku melakukan itu,” tuturnya.

Kemudian, Aspek Psikologi nantinya tim akan menghadirkan psikolog untuk pendampingan dan mendalami motif dari pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban FS.

“Kemudian dari Aspek psikologi nantinya kita hadirkan untuk dilakukan pemeriksan dan pendampingan dan selanjutnya Aspek Yuridis,” sebutnya.

Budhi menyebutkan pelaku bukan merupakan jaringan penjualan organ tubuh manusia hanya berdasar pada pelaku melihat konten dan website penjualan organ tubuh.

“Penculikan anak di bawah umur disertai pembunuhan berencana dikarenakan terobsesi di google searching. Website tersebut bertransaksi jual beli organ sell tubuh manusia dengan nilai jutaan dollar,” paparnya.

“Tersangka ini tidak punya jaringan penjualan organ tubuh, tapi karna aspek ekonomi dan ingin memperlihatkan ke orang tuanya bisa mendapatkan uang maka pelaku melakukan ini,” sambungnya.

Sementara, pelaku AD mengatakan dirinya nekad melakukan itu lantaran tergiur dengan uang Dollar yang diliatnya dari website penjualan organ tubuh.

“Saya dapat disitus online penjualan organ tubuh, 80 ribu Dollar untuk penjualan Ginjal dan Jantung,” terangnya.

Ia menambahkan usai membunuh korban dan lantaran tak mendapat respon dari pembeli organ yang telah dihubungi pelaku melalui email, korban kemudian dibuang.

“Saya buang karna tidak ada jawaban dari web (penjualan organ tubuh), awalnya saya hubungi dulu tapi tidak di jawab, saya kenal dengan korban,” tutupnya.

Saat ini pelaku, berada di Mapolrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum dari para pelaku. (Nca)